Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Sidang MK, Saksi Jokowi-JK Keluhkan Suara Nol di Sampang

Kompas.com - 11/08/2014, 18:46 WIB
Ihsanuddin

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Saksi Joko Widodo-Jusuf Kalla tingkat Provinsi Jawa Timur, Didik Prasetyono, mengeluhkan suara nol yang didapatkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden tersebut di 17 tempat pemungutan suara di Ketapang Barat, Ketapang, Sampang, Jawa Timur. Menurut Didik, kejadian tersebut sangat janggal dan tidak masuk akal.

"Di Sampang ada 17 TPS yang suara kita nol di Desa Ketapang Barat. Jokowi-JK dapat nol," kata Didik dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di ruang sidang pleno Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2014) sore.

Selain jumlah suara nol, kejanggalan lain di 17 TPS itu adalah seratus persen atau semua orang yang terdata dalam daftar pemilih tetap ikut mencoblos. Didik mengatakan, kejanggalan tersebut sudah dilaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas Pemilu setempat.

"Kami interupsi dan dijanjikan buka kotak untuk mengambil C7. Jadi dibawa ke Surabaya kotaknya. Tidak ada penghitungan ulang, yang ada hanya cocok tidak DPT 100 persen hadir dengan C7 yang ada dalam kotak," ujarnya.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap formulir C7, terdapat hal yang cukup mengejutkan "Ternyata 121 orang yang sudah meninggal tercatat di C7. Waktu itu ada Komisioner Bawaslu, Pak Nelson Simanjuntak, tapi sudah tanggal 19, sudah lewat waktu untuk pemungutan suara ulang. Jadi ini kami sampaikan ke MK," ujarnya.

Sidang itu digelar karena gugatan pemohon dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang menuding KPU telah bertindak curang secara terstruktur, sistematis, dan masif. Salah satu hal yang dipersoalkan oleh Prabowo-Hatta adalah jumlah perolehan nol suara yang mereka dapatkan di sejumlah TPS di Papua.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bantah Bikin Partai Perubahan, Anies: Tidak ada Rencana Bikin Ormas, Apalagi Partai

Bantah Bikin Partai Perubahan, Anies: Tidak ada Rencana Bikin Ormas, Apalagi Partai

Nasional
Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang “Toxic” ke Pemerintahan, Cak Imin: Saya Enggak Paham Maksudnya

Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang “Toxic” ke Pemerintahan, Cak Imin: Saya Enggak Paham Maksudnya

Nasional
Jawaban Cak Imin soal Dukungan PKB untuk Anies Maju Pilkada

Jawaban Cak Imin soal Dukungan PKB untuk Anies Maju Pilkada

Nasional
[POPULER NASIONAL] Prabowo Ingin Bentuk 'Presidential Club' | PDI-P Sebut Jokowi Kader 'Mbalelo'

[POPULER NASIONAL] Prabowo Ingin Bentuk "Presidential Club" | PDI-P Sebut Jokowi Kader "Mbalelo"

Nasional
Kualitas Menteri Syahrul...

Kualitas Menteri Syahrul...

Nasional
Tanggal 6 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 6 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Prabowo Pertimbangkan Saran Luhut Jangan Bawa Orang 'Toxic' ke Pemerintahan

Prabowo Pertimbangkan Saran Luhut Jangan Bawa Orang "Toxic" ke Pemerintahan

Nasional
Berkunjung ke Aceh, Anies Sampaikan Salam dari Pimpinan Koalisi Perubahan

Berkunjung ke Aceh, Anies Sampaikan Salam dari Pimpinan Koalisi Perubahan

Nasional
Komnas KIPI: Kalau Saat Ini Ada Kasus TTS, Bukan karena Vaksin Covid-19

Komnas KIPI: Kalau Saat Ini Ada Kasus TTS, Bukan karena Vaksin Covid-19

Nasional
Jika Diduetkan, Anies-Ahok Diprediksi Bakal Menang Pilkada DKI Jakarta 2024

Jika Diduetkan, Anies-Ahok Diprediksi Bakal Menang Pilkada DKI Jakarta 2024

Nasional
Jokowi Perlu Kendaraan Politik Lain Usai Tak Dianggap PDI-P

Jokowi Perlu Kendaraan Politik Lain Usai Tak Dianggap PDI-P

Nasional
Kaesang dan Gibran Dianggap Tak Selamanya Bisa Mengekor Jokowi

Kaesang dan Gibran Dianggap Tak Selamanya Bisa Mengekor Jokowi

Nasional
Hasil Rekapitulasi di Papua Berubah-ubah, KPU Minta MK Hadirkan Ahli Noken

Hasil Rekapitulasi di Papua Berubah-ubah, KPU Minta MK Hadirkan Ahli Noken

Nasional
Tak Dianggap Kader PDI-P, Jokowi dan Keluarga Diprediksi Gabung Golkar

Tak Dianggap Kader PDI-P, Jokowi dan Keluarga Diprediksi Gabung Golkar

Nasional
Prabowo Harap Semua Pihak Rukun meski Beda Pilihan Politik

Prabowo Harap Semua Pihak Rukun meski Beda Pilihan Politik

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com