Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ikatan Jurnalis TV Kecam Kekerasan terhadap Pers

Kompas.com - 03/07/2014, 16:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengecam segala bentuk tindak kekerasan maupun ancaman yang dilakukan terhadap pers. Ia juga meminta kepada seluruh media penyiaran untuk menjaga independensi pers dalam Pemilu Presiden 2014.

IJTI meminta pers menunjukkan sikap profesional dengan tetap berdiri memegang teguh prinsip-prinsip jurnalistik, yakni akurat, berimbang dan tidak memberitakan fitnah atau kebohongan. IJTI mencermati adanya pontensi konflik antarpendukung kedua calon presiden karena tensi politik yang memanas.

Untuk menjaga, mewujudkan, dan menjamin independensi pers dan kebebasan pers, IJTI mengajak seluruh pers penyiaran menjaga independesinya. Ia juga mendorong pers menjaga kebebasan yang sudah didapatkan dengan penuh tanggung jawab. Pers harus bebas dari kepentingan pribadi atau kelompok tetentu.

"Dalam menjalankan profesinya, pers harus mengutamakan akurasi, kualitas dan vadilitas informasi yang disampaikan, dan menghindari berita provokasi," kata Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (3/7/2014).

"Mengecam segala bentuk ancaman, kekerasan yang dilakukan kelompok tertentu terhadap pers, baik secara fisik maupun psikis," tambah Yadi.

Ia juga meminta masyarakat untuk menyelesaikan persoalan pers sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ia berharap siapa pun yang terpilih menjadi presiden berkomitmen menjaga kebebasan pers.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com