Hatta: Dalam Berlakukan Hukum, Jangan Tumpul ke Atas Tajam ke Bawah - Kompas.com

Hatta: Dalam Berlakukan Hukum, Jangan Tumpul ke Atas Tajam ke Bawah

Indra Akuntono, Sabrina Asril
Kompas.com - 09/06/2014, 22:06 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Hatta Rajasa saling berpegangan tangan saat mengikuti acara Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai di Jakarta, Selasa (3/6/2014). Deklarasi yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum ini menandai dimulainya masa kampanye pilpres dari 4 Juni hingga 5 Juli 2014.

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Calon wakil presiden nomor urut satu, Hatta Rajasa, menyatakan pentingnya perlakuan hukum bagi semua warga negara. Hatta mengaku tidak setuju dengan adanya perlakuan khusus ataupun diskriminasi dalam penegakan hukum. Pernyataan Hatta ini menjawab pertanyaan dari calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo.

"Pak JK (Jusuf Kalla) dan Jokowi, salah satu hal yang mendasar menyangkut hak-hak warga negara kita, jangan sampai ada diskriminasi dalam memberlakukan hukum. Istilahnya jangan tumpul ke atas tajam ke bawah. Mereka harus sama, siapa pun," ujar Hatta dalam acara Debat Kandidat Calon Presiden dan Wakil Presiden di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014).

Menurut mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini, tidak ada yang namanya diskriminasi dalam pelaksanaan Pancasila. Oleh karena itu, Hatta menyatakan apabila dirinya dan pasangannya, Prabowo Subianto, diberikan kepercayaan oleh rakyat, mereka akan mencermati betul persoalan diskriminasi dalam penegakan hukum ini. Tak hanya di bidang hukum, Hatta juga menyatakan akan menaruh perhatian terhadap peluang diskriminasi akses kepada sumber kemakmuran, pendidikan, sumber daya alam, dan penggunaan lahan.

"Masih banyak terjadi diskriminasi perlakuan kepada warga negara kita," ucap Hatta.

Sementara itu, terkait persoalan diskriminasi, Prabowo menilai perlunya pendidikan di semua jajaran agar ada pemahaman yang cukup dalam penegakan hak asasi manusia. "Perlu ada pendidikan di semua aparat, para pejabat, karena sering petugas diberi perintah kemudian kalau ada sesuatu yang nanti dinilai tidak tepat atau secara politik kurang menguntungkan, akhirnya petugaslah yang disalahkan. Ujungnya pendidikan," kata Prabowo.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIndra Akuntono, Sabrina Asril
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Terkini Lainnya

Djarot: Infonya Ada Penghuni Rusun yang Sudah Punya Mobil

Djarot: Infonya Ada Penghuni Rusun yang Sudah Punya Mobil

Megapolitan
Komentar Mendagri soal Usul Djarot Gubernur DKI Dipilih DPRD

Komentar Mendagri soal Usul Djarot Gubernur DKI Dipilih DPRD

Nasional
Staf Khusus Menkes: Sanksi Paling Adil Perombakan Manajemen RS Mitra Keluarga

Staf Khusus Menkes: Sanksi Paling Adil Perombakan Manajemen RS Mitra Keluarga

Nasional
Joker Sudah Tiga Kali Bubarkan Kebaktian di Rusun Pulogebang

Joker Sudah Tiga Kali Bubarkan Kebaktian di Rusun Pulogebang

Megapolitan
Djarot Akan Temui Luhut untuk Bahas Lahan MRT di Kampung Bandan

Djarot Akan Temui Luhut untuk Bahas Lahan MRT di Kampung Bandan

Megapolitan
Penjelasan Pengacara Setya Novanto soal Laporan Kinerja KPK yang Jadi Bukti Persidangan

Penjelasan Pengacara Setya Novanto soal Laporan Kinerja KPK yang Jadi Bukti Persidangan

Nasional
Jelang Akhir Jabatan, Djarot Sebut Bekerja seperti Pelari

Jelang Akhir Jabatan, Djarot Sebut Bekerja seperti Pelari

Megapolitan
Ini Alasan Bea Cukai Terapkan Pajak Barang Mahal dari Luar Negeri?

Ini Alasan Bea Cukai Terapkan Pajak Barang Mahal dari Luar Negeri?

Megapolitan
Komisi I: Pernyataan Panglima TNI soal 5.000 Senjata Tidak pada Tempatnya

Komisi I: Pernyataan Panglima TNI soal 5.000 Senjata Tidak pada Tempatnya

Nasional
Polisi Gandeng PPATK Telusuri Rekening Pemilik Situs Nikah Siri

Polisi Gandeng PPATK Telusuri Rekening Pemilik Situs Nikah Siri

Megapolitan
'Jangan Sampai PDI-P sebagai Partai Pemerintah Langgar UU karena Dukung Pansus Diperpanjang'

"Jangan Sampai PDI-P sebagai Partai Pemerintah Langgar UU karena Dukung Pansus Diperpanjang"

Nasional
Fahri Hamzah Tak Melihat Panglima TNI Bermanuver Politik

Fahri Hamzah Tak Melihat Panglima TNI Bermanuver Politik

Nasional
Ini Modus Pengusaha Online Shop Hindari Pajak yang Tercium Bea Cukai

Ini Modus Pengusaha Online Shop Hindari Pajak yang Tercium Bea Cukai

Megapolitan
 Ini Uang yang Ditemukan Polisi dari Pemilik Situs Nikah Siri

Ini Uang yang Ditemukan Polisi dari Pemilik Situs Nikah Siri

Megapolitan
Tindakan Antisipasi Pemkot Bekasi Tangkal Situs Sejenis Nikahsirri.com

Tindakan Antisipasi Pemkot Bekasi Tangkal Situs Sejenis Nikahsirri.com

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM