Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Mau Makan Makanan dari KPK, Anas Bertapa di Rutan

Kompas.com - 13/01/2014, 13:54 WIB
Icha Rastika

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum,  menolak memakan makanan yang diberikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ditahan di Rumah Tahanan KPK. Anas ditahan sejak Jumat (10/1/2014) sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi proyek Hambalang. Adiknya, Anna Luthfie mengatakan bahwa Anas hanya akan makan makanan yang dikirimkan keluarga.

“Tidak makan (makanan KPK), kan Mas Anas tirakat di sana. Bertapa,” kata Anna di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (13/1/2014), seusai menjenguk Anas di Rutan KPK.

KOMPAS.com/ICHA RASTIKA Adik Anas Urbaningrum, Anna Luthfie.
Anna mengatakan, ia datang untuk mengantarkan makanan untuk kakaknya. Ada beberapa makanan ringan, serta menu sarapan seperti roti tawar yang dibawakan Anna untuk Anas.

“Ada tadi roti, untuk sarapan,” ucapnya.

Anna juga mengatakan bahwa kakaknya dalam keadaan sehat selama tiga malam menginap di Rutan KPK. Anas, katanya, menghabiskan hari-hari di tahanan dengan menulis dan membaca kitab suci.

“Nulis yang ringan-ringan, tulisannya tentang kuliner,” sambung Anna.

Belum ada artikel bertema politik yang ditulis Anas selama tiga hari mendekam di Rutan KPK. Saat ditanya kapan istri Anas, Athiyah Laila akan menjenguk, Anna menjawab bahwa kakak iparnya itu kemungkinan akan menjenguk besok, Selasa (14/1/2014).

Hari ini, menurut Anna, Athiyah masih berada di rumah orangtuanya, di Yogyakarta. Seperti diketahui, Anas menolak untuk makan dan minum dari KPK. Pihak keluarga khawatir Anas diracun selama ditahan di Rutan KPK.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prabowo Sebut Soekarno Milik Bangsa Indonesia, Ini Respons PDI-P

Prabowo Sebut Soekarno Milik Bangsa Indonesia, Ini Respons PDI-P

Nasional
Ganjar Serahkan ke PDI-P soal Nama yang Bakal Maju Pilkada Jateng

Ganjar Serahkan ke PDI-P soal Nama yang Bakal Maju Pilkada Jateng

Nasional
Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, Ini Kata Ganjar

Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, Ini Kata Ganjar

Nasional
Bertemu Calon-calon Kepala Daerah, Zulhas Minta Mereka Tiru Semangat Jokowi dan Prabowo

Bertemu Calon-calon Kepala Daerah, Zulhas Minta Mereka Tiru Semangat Jokowi dan Prabowo

Nasional
7 Jenis Obat-obatan yang Disarankan Dibawa Jamaah Haji Asal Indonesia

7 Jenis Obat-obatan yang Disarankan Dibawa Jamaah Haji Asal Indonesia

Nasional
Visa Terbit, 213.079 Jemaah Haji Indonesia Siap Berangkat 12 Mei

Visa Terbit, 213.079 Jemaah Haji Indonesia Siap Berangkat 12 Mei

Nasional
Soal Usulan Yandri Susanto Jadi Menteri, Ketum PAN: Itu Hak Prerogatif Presiden

Soal Usulan Yandri Susanto Jadi Menteri, Ketum PAN: Itu Hak Prerogatif Presiden

Nasional
Di Australia, TNI AU Bahas Latihan Bersama Angkatan Udara Jepang

Di Australia, TNI AU Bahas Latihan Bersama Angkatan Udara Jepang

Nasional
BPK Buka Suara usai Auditornya Disebut Peras Kementan Rp 12 Miliar

BPK Buka Suara usai Auditornya Disebut Peras Kementan Rp 12 Miliar

Nasional
Chappy Hakim: Semua Garis Batas NKRI Punya Potensi Ancaman, Paling Kritis di Selat Malaka

Chappy Hakim: Semua Garis Batas NKRI Punya Potensi Ancaman, Paling Kritis di Selat Malaka

Nasional
Prabowo Diminta Cari Solusi Problem Rakyat, Bukan Tambah Kementerian

Prabowo Diminta Cari Solusi Problem Rakyat, Bukan Tambah Kementerian

Nasional
Zulhas: Anggota DPR dan Gubernur Mana yang PAN Mintai Proyek? Enggak Ada!

Zulhas: Anggota DPR dan Gubernur Mana yang PAN Mintai Proyek? Enggak Ada!

Nasional
Usul Prabowo Tambah Kementerian Dianggap Sinyal Kepemimpinan Lemah

Usul Prabowo Tambah Kementerian Dianggap Sinyal Kepemimpinan Lemah

Nasional
Dubes Palestina Sindir Joe Biden yang Bersimpati Dekat Pemilu

Dubes Palestina Sindir Joe Biden yang Bersimpati Dekat Pemilu

Nasional
Di Hadapan Relawan, Ganjar: Politik Itu Ada Moral, Fatsun dan Etika

Di Hadapan Relawan, Ganjar: Politik Itu Ada Moral, Fatsun dan Etika

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com