Rabu, 23 Juli 2014

News / Nasional

Nasdem: Konvensi Demokrat, Bukti Kaderisasi Gagal

Senin, 16 September 2013 | 07:08 WIB
KOMPAS.com/Indra Akuntono Ilustrasi Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrat menggelar konvensi untuk mendapatkan calon presiden yang akan mereka usung pada Pemilu 2014. Bagi partai lain, ajang konvensi ini ternyata hanya dilihat sebagai bentuk kegagalan kaderisasi Partai Demokrat.

"Konvensi bukti (bahwa) tidak jelas kaderisasi (di Partai Demokrat)," kata Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat Rio Capella, kepada Kompas.com, Minggu (15/9/2013). Dia pun berpendapat andai saja Susilo Bambang Yudhoyono dapat menjadi presiden tiga periode, Partai Demokrat pasti tak akan menggelar konvensi.

Konvensi ini, kata Rio, digelar Partai Demokrat karena hingga kurang dari setahun Pemilu 2014 berlangsung tak ada kader internal yang memiliki elektabilitas seperti SBY dulu. "Kalau SBY bisa dicalonkan tiga kali, tak akan ada konvensi. Kaderisasi (Partai) Demokrat itu tidak jelas, kalau jelas ngapain buka konvensi," tegas dia.

Setelah melalui tahap pra-konvensi, Konvensi Partai Demokrat dimulai pada 15 September 2013 dan berlangsung hingga akhir Desember 2013. Di dalam rentang waktu tersebut akan dilakukan berbagai kegiatan, mulai dari pengenalan kandidat, wawancara media, dan dilakukan satu kali survei untuk semua kandidat konvensi yang dilakukan oleh tiga lembaga survei.

Pada awal Januari sampai April 2014, konvensi akan memasuki tahap baru. Kegiatan yang dilakukan adalah wawancara mendalam kepada para kandidat yang melibatkan komite dan tokoh lain sebagai pewawancaranya. Di periode itu juga akan digelar debat antarkandidat dan dilakukan lagi survei untuk menentukan hasil akhir. Peran masyarakat dalam menentukan pemenang konvensi akan nampak dalam survei akhir tersebut.

Inilah formasi kesebelasan Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat: 1. Ali Masykur Musa (anggota Badan Pemeriksa Keuangan); 2. Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina); 3. Dahlan Iskan (Menteri BUMN) 4. Dino Patti Djalal (Duta Besar RI untuk Amerika Serikat) 5. Endriartono Sutarto (mantan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem, dan mantan Panglima TNI) 6. Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan) 7. Irman Gusman (Ketua Dewan Perwakilan Daerah) 8. Hayono Isman (anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat) 9. Marzuki Alie (Ketua Dewan Perwakilan Rakyat) 10. Pramono Edhie Wibowo (mantan Kepala Staf Angkatan Darat) 11. Sinyo Harry Sarundajang (Gubernur Sulawesi Utara).

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Indra Akuntono
Editor : Palupi Annisa Auliani