Senin, 22 September 2014

News / Nasional

Hawk 200 TNI AU Jatuh

Ada Peringatan Rawan Ledakan di Lokasi Pesawat Jatuh

Rabu, 17 Oktober 2012 | 10:32 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan, larangan mendekati lokasi jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 merupakan hal yang wajar. Sebab, kata Hasanuddin, ada daerah rawan ledakan. Dalam regulasi kecelakaan pesawat tempur, ada aturan bahwa dalam radius tertentu masyarakat dilarang mendekati lokasi kecelakaan.

"Pada regulasi kecelakaan pesawat tempur di mana pun di dunia memang ada aturan bahwa dalam radius tertentu, demi keselamatan publik, tidak diperbolehkan mendekat pada sasaran. Mengingat bisa saja pesawat tersebut membawa bahan peledak yang berbahaya untuk umum," ujar Hasanuddin, Rabu (17/10/2012) di Jakarta.

Pernyataannya menanggapi aksi kekerasan yang dilakukan oknum TNI terhadap wartawan peliput jatuhnya pesawat tersebut, di Pekanbaru, Riau, Selasa (16/10/2012). Meski demikian, purnawirawan TNI yang pernah menjadi Komandan Paspampres era Presiden Megawati Soekarnoputri ini mengakui, wartawan memiliki kepentingan dalam melaksanakan tugasnya. "Dalam kasus ini seharusnya petugas TNI AU cukup membuat garis pembatas, dan tak perlu melakukan pemukulan atau pencekikan terhadap wartawan tersebut," kata Hasanuddin.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, pihaknya akan meminta penjelasan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) tentang penyebab kecelakaan pesawat tempur ini. Pasalnya, pesawat Hawk 200 milik TNI AU yang jatuh di permukiman penduduk termasuk pesawat baru yang dibeli pada tahun 2000-an.

"Sistem pemeliharaan dan suku cadangnya selama ini juga baik-baik saja. Tiap tahun TNI belanja suku cadang dan menyediakan biaya untuk pemeliharaan dan perawatannya. Soal apa penyebab dari kecelakaan tersebut, kita tunggu saja hasil investigasinya. Bila hasil investigasi tersebut sudah di tangan KSAU, insya Allah Komisi I akan meminta penjelasan," paparnya.

Seperti diberitakan, sebuah pesawat Hawk 200 buatan British Aerospace Inggris milik TNI AU diberitakan jatuh di sekitar perumahan Pandau Permai, Kabuapten Kampar, Riau, Selasa (16/10/2012) sekitar pukul 09.30. Pesawat yang dipiloti Letnan Dua Penerbang Reza Yori Prasetyo itu sedang melakukan latihan rutin dan diberitakan sempat oleng sebelum jatuh. Pilot berhasil selamat karena keluar menggunakan kursi lontar sebelum pesawat jatuh.

Setelah peristiwa terjadi, area langsung tertutup bagi masyarakat dan dijaga ketat personel TNI. Saat berusaha meliput kejadian ini, personel TNI kemudian melakukan penganiayaan dengan memukul dan merampas kamera milik wartawan. Setidaknya ada lima wartawan dan dua warga sipil yang dianiaya anggota TNI AU. Para wartawan yang dianiaya adalah Didik dari Riau Pos, Rian Anggoro dari Antara, Robi dari Riau TV, wartawan TVOne, dan seorang wartawan yang masih belum diketahui identitasnya.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary