MA: Kedua Hakim yang Ditangkap, Berprestasi Buruk - Kompas.com

MA: Kedua Hakim yang Ditangkap, Berprestasi Buruk

Aditya Revianur
Kompas.com - 17/08/2012, 14:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Djoko Sarwoko, Ketua Muda Pidana Khusus Mahkamah Agung (MA) mengungkapkan, kedua hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang ditangkap KPK di Semarang adalah hakim yang memiliki prestasi buruk. Kedua hakim tersebut dicatat sering membebaskan tersangka tindak pidana korupsi.

"Kedua hakim itu prestasinya buruk. Mereka berdua sering membebaskan tersangka korupsi," ujar Djoko di KPK, Jakarta, Jumat (17/8/2012).

Djoko menjelaskan tersangka KM berjenis kelamin perempuan yang merupakan calon hakim ad hoc angkatan pertama yang kini bertugas di pengadilan Tipikor Semarang. Sedangkan HK, lanjutnya, adalah hakim Tipikor angkatan ketiga yang ditempatkan di Pontianak.

Penangkapan ini, menurutnya, menjadikan kredibilitas lembaga pengadilan buruk, padahal tipikor sendiri dibentuk untuk menjadi pengadilan pelaku korupsi. "Jujur sekali saya terkejut karena HK adalah hakim tipikor di Pontianak. HK ternyata juga ngobyek di Semarang. Sungguh memalukan, padahal Mahkamah Agung sudah mewanti-wanti melalui diktat agar hakim jangan sekali-kali menerima suap," tambahnya.

Pihak KPK dan Mahkamah Agung sepakat untuk membawa ketiga tersangka ke Jakarta pada hari ini, Jumat (17/8/2012). Rencananya, sore atau malam nanti, ketiga tersangka tersebut akan diterbangkan ke Jakarta.

KPK tidak kali ini saja menangkap hakim yang terlibat suap. Sebelumnya KPK menangkap tangan hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, Ibrahim. Dia ditangkap terkait kepengurusan perkara.

Selain itu, KPK menangkap hakim Syarifudin di kediamanannya di kawasan Sunter, Jakarta Utata. Hakim Pengawas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu ditangkap penyidik KPK sesaat setelah menerima suap dari kurator Puguh Wirawan terkait kepengurusan kepailitan PT SkyCamping Indonesia.

Saat penangkapan, KPK menemukan uang Rp 250 juta dalam tiga amplop cokelat yang dimasukkan ke tas merah. Syarifuddin divonis bersalah dan dihukum empat tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sementara penyuapnya, Puguh divonis tiga tahun enam bulan.

KPK juga pernah menangkap hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri Bandung, Imas Dianasari. Hakim Imas ditangkap karena menerima suap dari Manager Administrasi PT Onamba Indonesia Odi Juanda. Mereka ditangkap sesaat setelah transaksi penyerahan uang Rp200 juta.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisAditya Revianur
    EditorA. Wisnubrata
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Kisah tentang Keluarga Anies Kehilangan Kucing Peliharaan Mereka

    Kisah tentang Keluarga Anies Kehilangan Kucing Peliharaan Mereka

    Megapolitan
    Tak Ada Tambahan Anggaran untuk Verifikasi Faktual, KPU Diminta Hemat

    Tak Ada Tambahan Anggaran untuk Verifikasi Faktual, KPU Diminta Hemat

    Nasional
    'Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak'

    "Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak"

    Megapolitan
    JJ Rizal: Jubir Wapres Kurang Teliti Membaca 'Tweet' Saya

    JJ Rizal: Jubir Wapres Kurang Teliti Membaca "Tweet" Saya

    Megapolitan
    Donasi Pembaca 'Kompas.com' buat Ortu Selly, Penderita Hidrosefalus, Bisa Tebus Surat Rumah

    Donasi Pembaca "Kompas.com" buat Ortu Selly, Penderita Hidrosefalus, Bisa Tebus Surat Rumah

    Regional
    Ridwan Kamil Resmi Tinggalkan Rumah Dinas Wali Kota Bandung

    Ridwan Kamil Resmi Tinggalkan Rumah Dinas Wali Kota Bandung

    Regional
    Anies Naik KRL ke Pernikahan Putri Bambang Widjoyanto

    Anies Naik KRL ke Pernikahan Putri Bambang Widjoyanto

    Megapolitan
    Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca 'Kompas.com'

    Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca "Kompas.com"

    Regional
    Polisi Akan Tes Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayinya di Tangsel

    Polisi Akan Tes Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayinya di Tangsel

    Megapolitan
    Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

    Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

    Nasional
    Bawa Fotocopy KK dan KTP, Faryati Mengira Pendaftaran Rumah DP 0 Telah Dibuka

    Bawa Fotocopy KK dan KTP, Faryati Mengira Pendaftaran Rumah DP 0 Telah Dibuka

    Megapolitan
    Warga Berbondong-bondong Kunjungi 'Show Uni't Rumah DP 0 Rupiah

    Warga Berbondong-bondong Kunjungi "Show Uni"t Rumah DP 0 Rupiah

    Megapolitan
    Pernah Tinggal di Sekitar Dolly, Seorang Anak Mengalami 'Sex Addict'

    Pernah Tinggal di Sekitar Dolly, Seorang Anak Mengalami "Sex Addict"

    Regional
    Polisi Tangkap Begal yang Kerap Beraksi di Jakarta Selatan

    Polisi Tangkap Begal yang Kerap Beraksi di Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Dua WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

    Dua WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

    Nasional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM