Minggu, 21 September 2014

News / Nasional

Pembebasan Lahan Kendala Pembangunan Kilang

Selasa, 7 Agustus 2012 | 22:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pembangunan kilang minyak diperlukan untuk menjaga keamanan pasokan bahan bakar minyak di dalam negeri. Namun pembangunannya butuh biaya investasi besar dengan margin kecil.

"Bisnis kilang di negara mana pun memang bukan bisnis yang menghasilkan profit tinggi," kata Yudhoyono, usai sidang kabinet terbatas, Selasa (7/8/2012), di Jakarta.

Oleh karena itu, negara bekerja sama dengan mitranya untuk membicarakan insentif," kata Presiden.

Semestinya pembangunan kilang tidak bisa selambat sekarang, meski diakui tidak mudah untuk membangun kilang. " Realisasi untuk menambah kapasitas kilang sudah ada yaitu di Balongan dan Jawa Timur," ujar Presiden.

Semula kilang baru akan dibangun di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, dan di Jawa Timur. Namun realisasi proyek itu terkendala pembebasan lahan akibat ulah spekulan, sehingga kebutuhan dana untuk pembebasan lahan bisa mencapai Rp 3 triliun.

"Saya memutuskan untuk mencari tempat, dan pemerintah sudah punya tanah. Saya setuju pembangunan kilang di Bontang, bagus untuk kawasan timur dan baik untuk menekan harga," kata Presiden. 

Hambatan lain dalam pembangunan kilang adalah insentif yang diajukan pihak investor. Menurut Presiden Yudhoyono, pemberian insentif itu harus realistis dan bermanfaat bagi kepentingan nasional.


Penulis: Evy Rachmawati
Editor : Agus Mulyadi