Kekerasan di Myanmar Mengarah ke Pembersihan Etnis - Kompas.com

Kekerasan di Myanmar Mengarah ke Pembersihan Etnis

Kompas.com - 26/07/2012, 11:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kekerasan terhadap warga Muslim Rohingya yang sudah mengarah ke pembersihan etnis (ethnic cleansing) akan terus berlanjut, kecuali Pemerintah Myanmar mau membuka kebijakan politik untuk menerima mereka sebagai bagian dari warga Muslim Arakan dan bagian dari warga negara Myanmar.

Setelah langkah itu, menurut Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, segala bentuk diskriminasi mesti dihentikan. Dalam siaran persnya, Kamis (26/7/2012), politisi Partai Keadilan Sejahtera itu berpandangan, jika hal ini dilakukan, Myanmar akan mencatat capaian besar dalam proses demokratisasinya dan akan menjadi pijakan sangat penting dalam mengelola pluralisme secara demokratis di Myanmar.

Namun, jika Pemerintah Myanmar dan juga Aung San Su Kyi tetap bersikeras dengan tidak mengakui Muslim Rohingya sebagai bagian dari warga Arakan dan warga negara Myanmar, meski Muslim Rohingya sudah menetap puluhan tahun dan jumlahnya hampir 1 juta jiwa, hal itu jelas merupakan pengabaian terhadap nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan.

"Itu artinya, semua unsur di Myanmar bertanggung jawab terhadap ethnic cleansing yang sedang dan terus terjadi," ujar Mahfudz.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorRusdi Amral

    Terkini Lainnya

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Megapolitan
    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

    Regional
    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Regional
    'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

    "Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

    Nasional
    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    Internasional
    Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

    Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

    Regional
    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Regional
    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Megapolitan
    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Internasional
    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Regional
    Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Megapolitan
    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Regional
    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Regional
    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Regional
    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Regional

    Close Ads X