Sabtu, 20 Desember 2014

News / Nasional

Anas Pastikan Penuhi Panggilan KPK

Rabu, 27 Juni 2012 | 07:28 WIB

Terkait

KPK JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum memastikan akan penuhi panggilan pemeriksaan KPK yang dijadwalkan, Rabu (27/6/2012) pagi ini. Anas akan dimintai keterangan terkait penyelidikan proyek Hambalang.

Kepastian soal kehadiran Anas tersebut disampaikan pengacara Anas, Firman Wijaya. "Pak Anas pasti datang, sebagai warga negara yang baik. Meskipun semula di luar kota, tapi pilihan Pak Anas memenuhi panggilan KPK," kata Firman melalui telepon, Rabu.

Dikatakannya, Anas akan hadir sekitar pukul 09.00 WIB di gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Menurut Firman, pihaknya telah menerima surat panggilan KPK. Surat tersebut, katanya, berisi permintaan kehadiran Anas untuk mengklarifikasi sejumlah hal terkait proyek Hambalang. "Jadi bukan diperiksa ya, diklarifikasi, yang sebenarnya bisa dilakukan di mana saja," tambah Firman.

Keterlibatan Anas dalam proyek Hambalang pertama kali diungkapkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, dalam sejumlah kesempatan. Nazaruddin mengatakan bahwa Anas yang mengatur proyek tersebut. Mantan anggota DPR itu bahkan menyebut hasil korupsi proyek itu digunakan Anas untuk biaya pemenangannya dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010.

Anas dan pengacaranya berkali-kali membantah pernyataan Nazaruddin. "Yakinlah, Rp 1 (serupiah) saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas (Monumen Nasional di Jakarta)," kata Anas, menolak tudingan terlibat korupsi proyek Hambalang tersebut pada suatu kesempatan.

Penyelidikan kasus pembangunan pusat olahraga Hambalang ini berawal dari temuan KPK saat melakukan penggeledahan di kantor Grup Permai milik Muhammad Nazaruddin beberapa waktu lalu terkait penyidikan kasus dugaan suap Wisma Atlet SEA Games. Dalam kasus itu, Nazaruddin divonis empat tahun 10 bulan penjara.

Sejauh ini KPK telah memeriksa 70 orang terkait penyelidikan Hambalang. Salah satu orang yang diperiksa adalah istri Anas, Athiyyah Laila. Athiyyah diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan pengurus di PT Dutasari Citralaras.

PT Dutasari Citralaras merupakan salah satu perusahaan yang menjadi subkontraktor PT Adhi Karya dalam proyek Hambalang. Perusahaan itu dipimpin Mahfud Suroso, orang dekat Anas.

Selain Athiyyah, mereka yang diperiksa antara lain, Direktur Utama PT Duta Graha Indah (PT DGI) Dudung Purwadi; Manajer Pemasaran PT DGI Mohamad El Idris; mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam; Kepala Badan Pertahanan Nasional Joyo Winoto; anggota Komisi II DPR asal Fraksi Partai Demokrat, Ignatius Mulyono; pejabat PT Adhi Karya, Mahfud Suroso, dan Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat, Munadi Herlambang.


Penulis: Icha Rastika
Editor : Kistyarini