Jangan Jadikan Papua Ladang Densus 88 - Kompas.com

Jangan Jadikan Papua Ladang Densus 88

Imam Prihadiyoko
Kompas.com - 16/06/2012, 19:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle Syahganda Nainggolan menegaskan, pemerintah tidak layak menjadikan Papua sebagai daerah operasi Detasemen Khusus (Densus) 'Anti Teror' 88 Polri.

"Langkah itu hanya akan membuat kemelut persoalan Papua semakin keruh di samping menyebabkan masa depan situasi keamanannya malah tidak terkendali," katanya di Jakarta, Sabtu (16/6/2012). Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi rencana pemerintah menjadikan Papua sebagai daerah operasi Densus 88 Anti Teror.

Syahganda melanjutkan, kalau Presiden SBY menginginkan kondisi dan rasa aman masyarakat Papua terpulihkan, pilihannya jangan mengirim pasukan Densus 88. Sebab, ini bukan ladang tepat untuk operasi peperangan bagi Densus 88, yang karakternya spesifik hanya untuk memerangi para teroris.

Persoalan di Papua, menurut Syahganda, bersifat kompleks dengan akar utamanya adalah kesejahteraan dan pemenuhan aspek keadilan. "Jadi dengan ribuan aparat keamanan yang kini ada di Papua, baik Polri maupun TNI, sebenarnya terbilang cukup memadai sejauh langkah-langkahnya terfokus secara profesional pada pengupayaan damai warga Papua," ujarnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisImam Prihadiyoko
    EditorMarcus Suprihadi

    Terkini Lainnya

    Anjing Pelacak Dikerahkan untuk Selidiki Perampokan di Rumah Pejabat Sukabumi

    Anjing Pelacak Dikerahkan untuk Selidiki Perampokan di Rumah Pejabat Sukabumi

    Regional
    Sempat Ditunda, Sidang Perdana Praperadilan Setya Novanto Digelar Rabu Pagi

    Sempat Ditunda, Sidang Perdana Praperadilan Setya Novanto Digelar Rabu Pagi

    Nasional
    Apakah 'Win-win Solution' Cara Terbaik Akhiri Masalah Novel Baswedan dan Aris Budiman?

    Apakah "Win-win Solution" Cara Terbaik Akhiri Masalah Novel Baswedan dan Aris Budiman?

    Nasional
    Berita Populer: Jaminan Ketersediaan Blanko E-KTP hingga Suu Kyi yang Buka Suara

    Berita Populer: Jaminan Ketersediaan Blanko E-KTP hingga Suu Kyi yang Buka Suara

    Nasional
    Pemilik Pabrik Obat yang Digerebek Polisi Klaim Produknya Laris di Indonesia

    Pemilik Pabrik Obat yang Digerebek Polisi Klaim Produknya Laris di Indonesia

    Regional
    Untuk Koordinasi dan Supervisi, Ketua KPK Harap Penyidik dari Polri Berpangkat Kompol

    Untuk Koordinasi dan Supervisi, Ketua KPK Harap Penyidik dari Polri Berpangkat Kompol

    Nasional
    Kesal Menunggu Lama, Pengungsi Myanmar Bakar Bank di Melbourne

    Kesal Menunggu Lama, Pengungsi Myanmar Bakar Bank di Melbourne

    Internasional
    Hujan dan Awan Tebal Landa Sebagian Wilayah di Jabodetabek Hari Ini

    Hujan dan Awan Tebal Landa Sebagian Wilayah di Jabodetabek Hari Ini

    Megapolitan
    Densus Tipikor Dipimpin Jenderal Bintang Dua dengan 500 Personel

    Densus Tipikor Dipimpin Jenderal Bintang Dua dengan 500 Personel

    Nasional
    Satu Lagi, Tersangka Pelaku Peledakan di London Dibekuk di Wales

    Satu Lagi, Tersangka Pelaku Peledakan di London Dibekuk di Wales

    Internasional
    Hak Atas Tempat Tinggal yang Layak, Punya Rumah Sendiri atau Sewa?

    Hak Atas Tempat Tinggal yang Layak, Punya Rumah Sendiri atau Sewa?

    Megapolitan
    Korban Gempa Terus Bertambah, Sudah 106 Orang Tewas di Meksiko

    Korban Gempa Terus Bertambah, Sudah 106 Orang Tewas di Meksiko

    Internasional
    UU Perlindungan Anak Dinilai Ganggu Independensi Jaksa

    UU Perlindungan Anak Dinilai Ganggu Independensi Jaksa

    Nasional
    Gempa di Mexico City Sudah Renggut 91 Nyawa

    Gempa di Mexico City Sudah Renggut 91 Nyawa

    Internasional
    11 Petugas Pelni yang Ditangkap Kerap Memeras Penumpang Kapal

    11 Petugas Pelni yang Ditangkap Kerap Memeras Penumpang Kapal

    Regional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM