Jumat, 22 Agustus 2014

News / Nasional

Peran Anas Dinilai Dilucuti

Kamis, 14 Juni 2012 | 12:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat serta pengurus DPD I dinilai telah melucuti peran Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Semestinya, Anas tetap dilibatkan dalam pembicaraan di internal untuk mengatasi masalah Demokrat.

"Kalau seperti ini, kesannya ketum tidak dilibatkan. Ujungnya hendak memberi kesan ke publik, bahwa ada pengurangan fungsi peran ketum. Jadi dilucuti otoritasnya dengan cara tidak menghitung peran dan fungsinya itu," kata pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro ketika dihubungi, Kamis (14/6/2012).

Seperti diberitakan, Yudhoyono bertemu dengan FKPD dan para petinggi Demokrat di Jakarta, Rabu malam. Pada Selasa malam, Yudhoyono bertemu dengan para Ketua DPD I di Cikeas, Bogor. Anas tak ikut dalam kedua pertemuan itu.

Dalam pertemuan Rabu malam, Anas disebut sudah diundang namun tak hadir tanpa alasan yang jelas. Adapun pertemuan di Cikeas disebut hanya untuk silatuhrami dengan para pengurus daerah.

Siti mengatakan, Ketum pasti telah berperan untuk partai sekecil apapun. Jika Anas bermasalah, kata dia, seharusnya dibicarakan secara terbuka. "Demokrasi itu biasanya komunikasi dua arah. Kalau mampet seperti ini, yah namanya otoriter," ucap dia.

Menurut Siti, Yudhoyono seharusnya memakai mekanisme AD/ART partai dalam menyelesaikan masalah di internal. Tak perlu melibatkan forum yang tak diatur dalam AD/ART. Jika pengambilan keputusan di luar mekanisme resmi, kata dia, maka nantinya akan dipersoalkan.

"Jadi semacam menyelesaikan dengan memunculkan masalah baru. Jadi menurut saya tempuh cara-cara di AD/ART. Kalaupun mau ganti pengurus, dicarikan caranya," kata Siti.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : A. Wisnubrata