Rabu, 16 April 2014

News / Nasional

Marzuki Ali: Sulit Menyebut Liem Pahlawan Pembangunan

Senin, 11 Juni 2012 | 00:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, sulit mengkategorikan Liem Sioe Liong (Sudono Salim) sebagai pahlawan pembangunan Indonesia.

Meskipun almarhum dikenal sebagai pengusaha besar di Indonesia yang mungkin ikut memberi andil bagi maju dan mundurnya perekonomian Indonesia, akan tetapi Liem tergolong pengusaha besar yang dekat dengan kekuasaan.

"Setidaknya dia dekat dengan kekuasaan pada masa almarhum Presiden Soeharto. Almarhum kan sudah dekat dengan Pak Harto sejak masih menjadi tentara di Semarang dulu. Kan, banyak sekarang ini pengusaha besar seperti almrhum yang besar, karena kedekatannya dengan kekuasaan pada waktu itu," ujar Marzuki saat ditaanya Kompas di Medan, Minggu (10/6//2012) malam.

Menurut Marzuki Alie, yang dimaksud dengan dekat pada kekuasaan mantan Presiden Soeharto adalah karena usaha dan bisnis Liem besar karena mendapat fasilitas dari rezim Soeharto. "Jadi, ukuran pahlawan tidak ke situ. Kalau ada orang yang mengukur seperti itu, wah banyak sekali pahlawan di Indonesia," tambah Marzuki.

Marzuki menyatakan tak bisa banyak berkomentar soal taipan Indonesia yang pernah mendapat bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tahun 1997-1998 itu, meskipun pernah membaca bukunya tentang kesuksesan Liem muda, yang tak punya apa-apa datang ke Indonesia dan kemudian menjadi pengusaha konglomerat.

"Laporan dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Liem bukan termasuk yang mengemplang dana BLBI, meskipun ada perhitungan pembayaran kewajiban utang yang berbeda dengan nilai asetnya," jelas Marzuki lagi.

Marzuki menyebutkan, meskipun sebagai Ketua DPR ia tak akan hadir dalam pemakamannya, karena memang dia tak kenal dan tak punya kedekatan sama sekali dengan Liem yang lari ke Singapura saat terjadi kerusuhan Mei 1998.

"Tentu akan banyak pejabat atau mantan pejabat serta relasinya yang akan hadir dalam pemakamannya, karena memang mereka pernah memiliki kedekatan dengan almarhum," papar Marzuki lagi.


Penulis: Suhartono
Editor : Agus Mulyadi