KOMPAS/WINDORO ADIMabes Polri hari Minggu (20/5/2012) pukul 17.00 menyampaikan, ke-45 jenazah korban jatuhnya pesawat superjet 100, Sukhoi, selesai diidentifikasi hari itu pukul 13.00. Tim identifikasi melibatkan 150 personil -- termasuk para pakar DNA, forensik, dan antropolog palaentologi. Mereka bekerja tanpa henti sejak hari Minggu (9/5/2012). Tampak di depan dari kiri ke kanan, staf Bareskrim Komisaris Besar Guntur Setyanto, Kabag Humas Penum Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Kapusdokkes Mabes Polri Brigjen Musadeq Ishaq, Karumkit Polri, Brigjen Agus Prayitno, Direktur Eksekutif DVI, Komisaris Besar Anton Cavelani.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim forensik gabungan dari Diseaster Victim Identification (DVI) dan Identification Indonesia Automatic Finger Prints Identication System (Inafis) Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 45 korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100.
Direktur Eksekutif Diseaster Victim Identification (DVI), Kombes Anton Castilani mengungkapkan, body parts yang telah dievakuasi ke Jakarta dan telah teridentifikasi sudah cukup untuk selanjutnya diserahkan ke keluarga.
"Karena semua 45 ini sudah terwakili, maka kita anggap semua sudah teridentifikasi. Jadi tidak perlu lagi meminta seperti itu," ujarnya kepada wartawan di Rumah Sakit Polri Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (21/5/2012).
Sebelumnya, antara pihak tim forensik gabungan dari DVI dan Inafis dengan Basarnas di lapangan akan saling melakukan komunikasi lebih lanjut apabila seluruh kantong jenazah berisi body parts yang telah teridentifikasi masih perlu dilengkapi.
"Kalau masih banyak bagian tubuh yang kita perkirakan dari post mortem yang perlu dilengkapi, yang mungkin masih ada di TKP, maka kami akan menyampaikan ke Basrnas untuk melakukan pencarian ulang," ujar Anton saat jumpa pers beberapa waktu lalu.
Hingga kini, jasad korban tengah dilakukan rekonstruksi oleh tim forensik gabungan. Pihak keluarga baru diperbolehkan melihat jasad pada Selasa esok di RS Polri.
Sementara untuk upacara penyerahan dari DVI kepada keluarga akan dilakukan Rabu esok di Halim Perdanakusuma.

