Selasa, 21 Oktober 2014

News / Nasional

Konflik Agraria

Dua Persen Penduduk Indonesia Kuasai 56 Persen Aset Nasional

Kamis, 26 April 2012 | 06:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Ketimpangan dan jurang antara warga yang kaya dan yang miskin di Indonesia tergambar jelas dalam data penguasaan aset produktif nasional.

Sebanyak dua persen penduduk Indonesia, menguasai 56 persen aset produktif nasional. Dari 56 persen aset produktif nasional tersebut, 87 persen di antaranya berupa tanah.

"Menurut Badan Pertanahan Nasional, ada sekitar 56 persen aset nasional yang dikuasai oleh dua persen saja penduduk Indonesia. Sebanyak 87 persen dari 56 persen aset nasional itu berupa tanah," kata anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI-P Budiman Sudjatmiko kepada Kompas, Rabu (25/4/2012) malam.

Menurut Budiman, ada tiga persoalan mendasar yang dihadapi Indonesia dalam soal ketimpangan dan ketidakadilan penguasaan aset nasional, terutama di sektor agraria.

Pertama adalah kebijakan ekonomi yang sejak masa kolonial hingga sekarang lebih cenderung berpihak pada pemodal besar. Kedua, tumpang tindihnya peraturan perundangan yang berlanjut dengan penyimpangan UUD 1945 dan UU Pokok Agraria tahun 1960. Ketiga, tingginya ego sektoral terutama pada kementerian-kementerian dan lembaga terkait agraria dan sumber daya alam.

Ketiga hal tersebut, menurut Budiman, yang menjadi penyebab utama berlarut-larutnya konflik agraria di Indonesia.

"Konflik agraria tak pernah terselesaikan dan bahkan cenderung massif karena pemerintah enggan mengatasi tiga problem besar tersebut," katanya.


Penulis: Khaerudin
Editor : Nasru Alam Aziz