Jumat, 1 Agustus 2014

News / Nasional

Calon Jamaah Haji Mulai Diberangkatkan

Senin, 11 Oktober 2010 | 07:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan anggota jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke Tanah Suci pada Senin (11/10/2010) ini. Kementerian Agama menjamin penyelenggaraan ibadah haji tahun ini lebih baik karena seluruh kebutuhan jemaah di Arab Saudi sudah selesai disiapkan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama A Ghafur Djawahir, Minggu, memaparkan, anggota jemaah haji yang akan diberangkatkan hari ini berjumlah 1.620 orang. Mereka tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter) dari embarkasi Medan, Aceh, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

"Pak Menteri (Menteri Agama Suryadharma Ali) besok (hari ini) melepas kloter pertama di Medan pukul 10.30," katanya.

Jumlah anggota jemaah haji yang diberangkatkan tahun ini mencapai 221.000 orang yang terbagi menjadi 491 kloter. Jemaah haji akan diberangkatkan melalui 11 embarkasi hingga 10 November mendatang.

Ghafur menjelaskan, pemerintah sudah melakukan rapat koordinasi terakhir persiapan pelaksanaan jemaah haji di Arab Saudi. Dalam rapat itu diketahui, seluruh persiapan pelayanan, baik pemondokan, katering, sarana transportasi, maupun kesehatan, sudah mencapai 100 persen.

"Tinggal ada beberapa pemondokan yang belum dibersihkan. Karena itu, kami akan memanggil pemilik pemondokan, meminta untuk segera dibersihkan, sehingga pada waktu jemaah haji datang, semua sudah bersih. Semua tinggal penyelesaian akhir," tuturnya.

Pemerintah sudah menyewa 472 rumah untuk pemondokan di Mekkah dengan jarak paling jauh 4.000 meter dari Masjidil Haram. Mayoritas jemaah atau sekitar 63 persen akan menempati pemondokan di ring I yang berjarak kurang dari 2.000 meter dari Masjidil Haram dan 37 persen di ring II yang berjarak 2.000-4.000 meter dari Masjidil Haram.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan balai pengobatan di tiap-tiap daerah kerja, yakni Mekkah, Jeddah, dan Madinah. Balai pengobatan dibuat setara dengan standar rumah sakit tipe C yang dilengkapi 306 dokter. Pemerintah juga menyiapkan klinik di tiap-tiap sektor di Mekkah (14 sektor), Madinah (8 sektor), dan Jeddah (2 sektor).

Ghafur mengingatkan jemaah haji untuk menyiapkan mental sebelum berangkat ke Tanah Suci karena mereka akan menghadapi situasi yang sebelumnya tak pernah mereka alami. "Misalnya, jalan dari pemondokan ke Masjidil Haram pasti padat karena jumlah anggota jemaah dunia sampai jutaan," ujarnya.

Kemarin, Komisi VIII DPR mulai mengawasi pemberangkatan jemaah haji Indonesia. Mereka akan meninjau persiapan di 11 embarkasi.

Wakil Ketua Komisi VIII Ahmad Zainudin menjelaskan, kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung pelayanan haji oleh pemerintah. "Apakah di semua embarkasi itu pelayanannya sudah standar atau masih berbeda-beda. Ini sebagai bentuk pengawasan kami," kata Zainudin.(NTA)


Editor : Tri Wahono
Sumber: