Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dana Aspirasi Maju Terus!

Kompas.com - 10/06/2010, 15:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Fraksi Partai Golkar tak terpengaruh terhadap segala penolakan dan kritikan atas usulan dana aspirasi Rp 15 miliar per anggota Dewan. Usulan tersebut tetap akan dimajukan dalam rancangan APBN 2011. Hal itu ditegaskan para petinggi partai dan Fraksi Partai Golkar, Kamis (10/6/2010), dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta.

"Gagasan Fraksi Partai Golkar soal program aspirasi dan akan diperjuangkan terus-menerus sesuai aspirasi konstituen. Jadi akan lanjut terus. Program aspirasi sampai kapan pun akan diperjuangkan," kata anggota DPR Fraksi Golkar, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

Ia mengatakan, partainya sudah melakukan kajian mendalam sebelum melontarkan usulan tersebut. Kajian tersebut, papar Idrus, sudah dilakukan dari aspek yuridis, sosiologis, dan akademis. "Dalam rangka membangun agar tidak mempermasalahkan dari mana ide itu datang, tapi permasalahkan bagaimana ide dan gagasan dijalankan," kata dia.

Anggota Komisi XI DPR Ade Komaruddin mengatakan, dana aspirasi itu akan dinamai "Dana Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah". Untuk besarannya, tergantung kemampuan APBN.

Golkar beralasan, usulan alokasi dana yang akan menyedot triliunan anggaran APBN itu merupakan koreksi terhadap ketimpangan pembangunan dan penganggaran antara belanja pusat dan transfer daerah yang berbanding 70:30. Minimnya anggaran daerah dinilai menyebabkan kesulitan daerah dalam membiayai program-program desentralisasi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Yakin Presidential Club Sudah Didengar Megawati, Gerindra: PDI-P Tidak Keberatan

    Yakin Presidential Club Sudah Didengar Megawati, Gerindra: PDI-P Tidak Keberatan

    Nasional
    Taruna STIP Meninggal Dianiaya Senior, Menhub: Kami Sudah Lakukan Upaya Penegakan Hukum

    Taruna STIP Meninggal Dianiaya Senior, Menhub: Kami Sudah Lakukan Upaya Penegakan Hukum

    Nasional
    Gejala Korupsisme Masyarakat

    Gejala Korupsisme Masyarakat

    Nasional
    KPU Tak Bawa Bukti Noken pada Sidang Sengketa Pileg, MK: Masak Tidak Bisa?

    KPU Tak Bawa Bukti Noken pada Sidang Sengketa Pileg, MK: Masak Tidak Bisa?

    Nasional
    PDI-P Mundur Jadi Pihak Terkait Perkara Pileg yang Diajukan PPP di Sumatera Barat

    PDI-P Mundur Jadi Pihak Terkait Perkara Pileg yang Diajukan PPP di Sumatera Barat

    Nasional
    Distribusikan Bantuan Korban Longsor di Luwu Sulsel, TNI AU Kerahkan Helikopter Caracal dan Kopasgat

    Distribusikan Bantuan Korban Longsor di Luwu Sulsel, TNI AU Kerahkan Helikopter Caracal dan Kopasgat

    Nasional
    Hakim MK Cecar Bawaslu Terkait Kemiripan Tanda Tangan Pemilih

    Hakim MK Cecar Bawaslu Terkait Kemiripan Tanda Tangan Pemilih

    Nasional
    Waketum Gerindra Nilai Eko Patrio Pantas Jadi Menteri Prabowo-Gibran

    Waketum Gerindra Nilai Eko Patrio Pantas Jadi Menteri Prabowo-Gibran

    Nasional
    MKD Temukan 3 Kasus Pelat Nomor Dinas DPR Palsu, Akan Koordinasi dengan Polri

    MKD Temukan 3 Kasus Pelat Nomor Dinas DPR Palsu, Akan Koordinasi dengan Polri

    Nasional
    Paradoks Sejarah Bengkulu

    Paradoks Sejarah Bengkulu

    Nasional
    Menteri PPN: Hak Milik atas Tanah di IKN Diperbolehkan

    Menteri PPN: Hak Milik atas Tanah di IKN Diperbolehkan

    Nasional
    Menkes: Indonesia Kekurangan 29.000 Dokter Spesialis, Per Tahun Cuma Produksi 2.700

    Menkes: Indonesia Kekurangan 29.000 Dokter Spesialis, Per Tahun Cuma Produksi 2.700

    Nasional
    Kepala Bappenas: Progres Pembangunan IKN Tahap 1 Capai 80,82 Persen

    Kepala Bappenas: Progres Pembangunan IKN Tahap 1 Capai 80,82 Persen

    Nasional
    Hakim MK Cecar KPU RI Soal Ubah Aturan Tenggat Waktu Rekapitulasi Suara Pileg

    Hakim MK Cecar KPU RI Soal Ubah Aturan Tenggat Waktu Rekapitulasi Suara Pileg

    Nasional
    Pakar Hukum: PTUN Bisa Timbulkan Preseden Buruk jika Kabulkan Gugatan PDI-P

    Pakar Hukum: PTUN Bisa Timbulkan Preseden Buruk jika Kabulkan Gugatan PDI-P

    Nasional
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com