Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengamat: Pidato Megawati Jelas Menyatakan PDI-P Siap Jadi Oposisi Prabowo

Kompas.com - 26/05/2024, 11:09 WIB
Novianti Setuningsih

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menyebut bahwa sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sudah jelas terlihat dari pidato politik Megawati Soekarnoputri saat membuka rapat kerja nasional (rakernas) pada Jumat (24/5/2024).

Menurut Ray, dari pidato Megawati sudah sangat jelas mengatakan bahwa PDI-P bakal berada di luar pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sebab, Ketua Umum PDI-P tersebut menyebut, berpolitik tidak melulu mencari zona nyaman.

“Tak perlu ada lagi tafsir. Pidato Ibu Mega jelas menyatakan bahwa PDI-P siap beroposisi. Bahkan, jika itu hanya menyisakan PDI-P di luar. Berpolitik, kata ibu Mega, bukan melulu mencari zona nyaman. Tapi juga zona ujian. Apalagi demi mempertahankan keyakinan dan pandangan,” kata Ray dalam keterangannya, Minggu (26/5/2024).

Baca juga: Poin-poin Pidato Megawati di Rakernas PDI-P, Bicara Kecurangan Pemilu sampai Kritik Revisi UU MK

Kemudian, dia mengatakan, Megawati dengan tegas meminta fraksi PDI-P di DPR untuk menjaga agar Mahkamah Konstitusi (MK) tidak diobok-obok melalui revisi UU MK yang sedang mau diajukan.

Selain itu, menurut Ray, Presiden ke-5 RI tersebut mengkritik rencana penambahan kementerian atas nama pembangunan.

“Tidak ada masa yang sulit, kata Ibu Mega, dibanding kala beliau jadi presiden di awal-awal reformasi. Bahkan, dalam kondisi seperti itu pun, jumlah anggota kabinet tetap ramping dan banyak diisi oleh kalangan non partai,” ujarnya.

Dia juga menyebut, Megawati dengan tegas mengkritik langkah kepolisian yang dinilai mulai lebih dekat dengan politik dibandingkan sebagai aparat keamanan yang profesional.

Baca juga: Hari Ini Rakernas V PDI-P Ditutup, Ada Pembacaan Rekomendasi dan Pidato Megawati

Oleh karena itu, Ray kembali menyebut bahwa PDI-P dipastikan menjadi oposisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia pun mengapresiasi keputusan tersebut.

"Dengan sikap ini, tak perlu ada lagi keraguan. PDI-P mengoposisi. Dan putusan ini sangat tepat. Perwujudan dari penghormatan PDI-P atas suara rakyat yang memilih mereka. Teguh memegang amanah bagian penting dari menegakan politik bermartabat. Nilai yang hampir hilang dalam kultur politik Indonesia saat ini,” katanya.

Ray mengatakan, banyak harapan jika PDI-P akhirnya benar memutuskan berada di luar pemerintahan. Sebab, menurut dia, selama ini pengawasan atas kekuasaan tidak berjalan dengan dalih rekonsiliasi atau silaturahmi.

"Posisi PDI-P di oposisi ini, sekaligus menghidupkan kembali politik. Demokrasi terasa kembali bermakna setelah luluh lantak oleh politisi mengejar kekuasaan atas nama rekonsiliasi, silaturahmi atau sederet istilah kamuflase lainnya. Yang pada akhirnya bertujuan saling berbagi kekuasaan, dan emoh jadi di barisan oposisi,” ujar Ray.

Baca juga: Menanti Sikap PDI-P terhadap Pemerintahan Prabowo, Isyarat Oposisi dari Megawati

Sebagaimana diketahui, dalam pidato politiknya, Megawati tidak secara gamblang menyebut sikap PDI-P terkait pemerintahan ke depan.

Namun, Megawati memang mengkritisi banyak hal dari pemerintahan. Mulai dari pelaksanaan pemilihan umum (Pemliu) 2024 yang penuh kecurangan, keterlibatan TNI-Polri dalam politik praktis, dan watak kepemimpinan yang otoriter populis yang legalisme otokratis sehingga membuat hukum jadi pembenar demi ambisi kekuasaan.

Kemudian, mengkritik proses revisi UU MK dan Penyiaran sampai menyinggung soal kabinet yang terlalu gemuk di samping tentu menyebut soal perlakuan yang diterima PDI-P selama ini.

Megawati juga meminta semua kader PDI-P tetap kritis dan merumuskan sikap partai terhadap kebijakan pemerintahan ke depan. Dia menekankan bahwa Indonesia harus bisa berdiri pada kaki sendiri karena negara ini punya modal yang kuat.

Baca juga: Poin-poin Pidato Megawati di Rakernas PDI-P, Bicara Kecurangan Pemilu sampai Kritik Revisi UU MK

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tanggal 17 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 17 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Putusan MA Bisa Dikonfirmasi Buka Jalan bagi Anak Jokowi jika Kaesang Maju Pilkada, Terutama di Jakarta

Putusan MA Bisa Dikonfirmasi Buka Jalan bagi Anak Jokowi jika Kaesang Maju Pilkada, Terutama di Jakarta

Nasional
KPK Ungkap Ada Pihak Kembalikan Uang ke PT SCC

KPK Ungkap Ada Pihak Kembalikan Uang ke PT SCC

Nasional
Gubernur BI: Tren Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir Menurun dan Terkendali Rendah

Gubernur BI: Tren Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir Menurun dan Terkendali Rendah

Nasional
Muhadjir: Tak Semua Korban Judi 'Online' Bisa Terima Bansos, Itu Pun Baru Usulan Pribadi

Muhadjir: Tak Semua Korban Judi "Online" Bisa Terima Bansos, Itu Pun Baru Usulan Pribadi

Nasional
WNI yang Dikabarkan Hilang di Jepang Ditemukan, KJRI Cari Kontak Keluarga

WNI yang Dikabarkan Hilang di Jepang Ditemukan, KJRI Cari Kontak Keluarga

Nasional
Indonesia-Finlandia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Energi

Indonesia-Finlandia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Energi

Nasional
Anies Maju Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil-Kaesang Dinilai Bisa Jadi Lawan yang Cukup Berat

Anies Maju Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil-Kaesang Dinilai Bisa Jadi Lawan yang Cukup Berat

Nasional
Majelis Syariah PPP Ingatkan Semangat Merangkul Mbah Moen

Majelis Syariah PPP Ingatkan Semangat Merangkul Mbah Moen

Nasional
Bus Jemaah Haji Indonesia Telat Menjemput, Cak Imin: Ini Harus Jadi Perhatian Kita Semua

Bus Jemaah Haji Indonesia Telat Menjemput, Cak Imin: Ini Harus Jadi Perhatian Kita Semua

Nasional
KPK Dalami Informasi Terkait Harun Masiku dari Pemeriksaan Hasto

KPK Dalami Informasi Terkait Harun Masiku dari Pemeriksaan Hasto

Nasional
Ini Jadwal Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia, Ada Waktu Larangan

Ini Jadwal Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia, Ada Waktu Larangan

Nasional
Kepada Para Jemaah Haji, Cak Imin Minta Mereka Bantu Doakan Indonesia

Kepada Para Jemaah Haji, Cak Imin Minta Mereka Bantu Doakan Indonesia

Nasional
Panglima TNI Ungkap Cerita Para Prajurit yang Hampir Putus Asa Jelang Terjunkan Bantuan Airdrop di Gaza

Panglima TNI Ungkap Cerita Para Prajurit yang Hampir Putus Asa Jelang Terjunkan Bantuan Airdrop di Gaza

Nasional
Ponsel Hasto dan Buku Penting PDI-P Disita KPK, Masinton: Dewas Harus Periksa Penyidiknya

Ponsel Hasto dan Buku Penting PDI-P Disita KPK, Masinton: Dewas Harus Periksa Penyidiknya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com