Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Reza Indragiri Amriel
Alumnus Psikologi Universitas Gadjah Mada

Gentong Babi si "Baik Hati": Siapa Peduli?

Kompas.com - 09/04/2024, 08:43 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, dengan luapan kepercayaan diri menyatakan di sidang Mahkamah Konstitusi, "Terlalu mustahil kalau hanya seratus kunjungan untuk secara simbolik membagi bansos (bantuan sosial), kemudian itu berpengaruh secara nasional. Itu saya kira doesn’t make sense."

Simpulan Menko PMK itu naif.

Alasannya, pertama, rekayasa sosial (social engineering) pada banyak hal memanfaatkan mekanisme vicarious learning. Istilah vicarious learning menunjuk pada kemampuan manusia untuk belajar lewat pengamatan, bukan lewat pengalaman langsung.

Contoh, pemerkosa dirajam di muka umum agar orang-orang bisa merasa kesakitan dan kengerian sehingga tidak meniru perbuatan jahat yang sama.

Lainnya, sejumlah polisi memperoleh Hoegeng Award dengan maksud agar polisi-polisi lain terinspirasi sehingga meniru kebaikan serupa dan--lebih penting lagi--kepercayaan publik pada polisi bisa terbangun.

Sebagai kementerian yang menggawangi revolusi mental, semestinya Menko PMK paham akan mekanisme vicarious learning untuk memengaruhi mental masyarakat.

Walaupun bansos Presiden Jokowi dan beberapa menterinya diberikan "hanya" kepada ribuan orang, namun lewat kabar dari mulut ke mulut serta dengan mengerahkan ekspos media konvensional dan media sosial secara masif, berjuta-juta orang Indonesia akan terpengaruh pilihan politiknya.

Demikian pula, ketika Jokowi dianggap mendatangkan kesenangan lewat banjir bansos, masyarakat pun akan mengasosiasikan kebaikan itu ke figur-figur yang memiliki kemiripan atau satu kubu dengan Jokowi.

Kedua, praktik bagi-bagi bansos merupakan penerapan Pork Barrel Theory. Bagaimana efek gentong babi (pork barrel) terhadap keputusan politik masyarakat, ditentukan antara lain oleh waktu penyerahan bansos.

Pork barrel terbukti berpengaruh positif ketika digelontorkan menjelang hari pencoblosan.

Juga, ini sangat relevan: ayo kita fokus pada hasil studi di negara-negara, misal, Slovakia dan Czech. Keduanya bukan negara sembarang negara. Kebetulan dua negara Eropa Timur itu memiliki kemiripam dengan Indonesia, yakni negara yang marak akan korupsi.

Di negara-negara korup tersebut, terbukti tiga hipotesis.

Hipotesis kepercayaan: ketika masyarakat memperoleh keuntungan dari gentong babi, mereka akan percaya pada pembuat kebijakan (pemberi gentong) betapapun sumber daya gentong itu dibagikan secara tidak wajar.

Hipotesis kesediaan untuk memilih: ketika masyarakat diuntungkan oleh "hujan duit", mereka akan memilih atau mencoblos si pengucur duit kendati duit itu dikucurkan secara tidak patut.

Hipotesis dukungan kebijakan: masyarakat akan tetap mendukung kebijakan yang dibuat secara tidak fair sepanjang mereka diuntungkan oleh kebijakan yang tidak bijak itu.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Profil Jampidsus Febrie Ardiansyah yang Diduga Dikuntit Anggota Densus 88, Tangani Kasus Korupsi Timah

Profil Jampidsus Febrie Ardiansyah yang Diduga Dikuntit Anggota Densus 88, Tangani Kasus Korupsi Timah

Nasional
Eks Kakorlantas Djoko Susilo Ajukan PK, KPK: Kami Tetap Yakin Ia Korupsi dan Cuci Uang

Eks Kakorlantas Djoko Susilo Ajukan PK, KPK: Kami Tetap Yakin Ia Korupsi dan Cuci Uang

Nasional
Parpol Mulai Ributkan Jatah Menteri...

Parpol Mulai Ributkan Jatah Menteri...

Nasional
Menanti Sikap PDI-P terhadap Pemerintahan Prabowo, Isyarat Oposisi dari Megawati

Menanti Sikap PDI-P terhadap Pemerintahan Prabowo, Isyarat Oposisi dari Megawati

Nasional
Menanti Kabinet Prabowo-Gibran, Pembentukan Kementerian Khusus Program Makan Bergizi Gratis Makin Menguat

Menanti Kabinet Prabowo-Gibran, Pembentukan Kementerian Khusus Program Makan Bergizi Gratis Makin Menguat

Nasional
Hari Ini Rakernas V PDI-P Ditutup, Ada Pembacaan Rekomendasi dan Pidato Megawati

Hari Ini Rakernas V PDI-P Ditutup, Ada Pembacaan Rekomendasi dan Pidato Megawati

Nasional
[POPULER NASIONAL] Ahok Siap Maju Pilkada Sumut dan Lawan Bobby | Isu Anggota Densus 88 Kuntit Jampidsus

[POPULER NASIONAL] Ahok Siap Maju Pilkada Sumut dan Lawan Bobby | Isu Anggota Densus 88 Kuntit Jampidsus

Nasional
Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Juni 2024

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Juni 2024

Nasional
Tanggal 29 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 29 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
KPU DKI Jakarta Mulai Tahapan Pilkada Juni 2024

KPU DKI Jakarta Mulai Tahapan Pilkada Juni 2024

Nasional
2 Hari Absen Rakernas V PDI-P, Prananda Prabowo Diklaim Sedang Urus Wisuda Anak

2 Hari Absen Rakernas V PDI-P, Prananda Prabowo Diklaim Sedang Urus Wisuda Anak

Nasional
Covid-19 di Singapura Tinggi, Kemenkes: Situasi di Indonesia Masih Terkendali

Covid-19 di Singapura Tinggi, Kemenkes: Situasi di Indonesia Masih Terkendali

Nasional
Ganjar Ungkap Jawa, Bali, hingga Sumut jadi Fokus Pemenangan PDI-P pada Pilkada Serentak

Ganjar Ungkap Jawa, Bali, hingga Sumut jadi Fokus Pemenangan PDI-P pada Pilkada Serentak

Nasional
Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Lonjakan Covid-19 di Singapura, Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Lonjakan Covid-19 di Singapura, Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Pastikan Isi Gas LPG Sesuai Takaran, Mendag Bersama Pertamina Patra Niaga Kunjungi SPBE di Tanjung Priok

Pastikan Isi Gas LPG Sesuai Takaran, Mendag Bersama Pertamina Patra Niaga Kunjungi SPBE di Tanjung Priok

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com