Kompas.com - 16/07/2022, 20:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, banjir yang melanda 20 desa di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, telah surut pada Sabtu (16/7/2022).

BNPB memastikan tidak ada laporan korban jiwa ataupun luka-luka akibat insiden ini.

"Banjir yang melanda 20 desa di Kabupaten Garut telah surut," ujar Abdul dilansir dari siaran pers BNPB, Sabtu.

"Berdasarkan pemutakhiran data di Pusdalops BNPB per hari ini, banjir berdampak pada 142 keluarga atau 478 jiwa, sedangkan yang masih mengungsi sebanyak 109 keluarga," lanjut dia.

Baca juga: Dampak Banjir Garut, Layanan Air Bersih bagi 15.000 Warga Terganggu

Mereka yang mengungsi berada di beberapa titik, seperti RSUD dr Slamet dan rumah kerabat.

Selain berdampak pada warga, banjir mengakibatkan sejumlah kerusakan. Tercatat rumah rusak berat sebanyak 9 unit, sedangkan terdampak 295 unit.

Selain itu, infrastruktur terdampak berupa fasilitas pendidikan 2 unit, fasilitas umum 4 unit, dan akses jalan terputus di Kampung Ujung. Pantauan petugas menyebutkan genangan di jalan tersebut antara 10-70 cm.

Sebelumnya diinformasikan, banjir merendam 20 desa yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Garut, Jumat (15/7/2022).

Baca juga: Imbas Banjir Garut, Kampung Adat Naga Tasikmalaya Ikut Kebanjiran, 2 Hektar Sawah dan Pemukiman Terendam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melaporkan, banjir dipicu oleh hujan lebat yang terjadi sejak pukul 20.00 WIB, Jumat malam.

Adapun 20 desa yang terdampak adalah Desa Cibodas di Kecamatan Cikajang, Desa Peminggir, Desa Kota Kulon, Desa Ciwalen, Desa Muara Sanding, dan Desa Sukamantri di Kecamatan Garut Kota.

Sementara di Kecamatan Tarogong Kidul terdapat 5 desa yang terendam, yaitu Desa Sukakarya, Desa Haurpanggung, Desa Sukajaya, Desa Jayawaras, dan Desa Jayaraga.

Baca juga: Kepala BPBD Jabar: 3 Jam Sebelum Banjir Garut Ada Peringatan BMKG

Desa Panembong dan Desa Mulyasari di Kecamatan Bayongbong, Desa Suci, Suci Kaler, Lengkong Jaya, dan Sindanglaya di Kecamatan Karangpawitan, Desa Sukarati di Kecamatan Banyuresmi, Desa Ngamplang di Kecamatan Cilawu, dan Desa Mekarsari di Kecamatan Cibatu.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga menghadapi potensi bahaya susulan. Prakiraan cuaca esok hari, Minggu (17/7/2022), wilayah kecamatan terdampak masih berpeluang hujan ringan," jelas Abdul.

"Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Garut, masyarakat setempat perlu mewaspadai peringatan dini potensi hujan yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada siang hingga malam," tambah dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.