Kompas.com - 08/07/2022, 16:19 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengakui bahwa Vaksin Nusantara yang diprakarsainya merupakan pengembangan bersama dengan perusahaan asal Amerika Serikat (AS).

Menurut dia, pengembangan tersebut sudah dijelaskan sejak awal.

"Lho iya (memang ada kerja sama). Kerja sama ini harus dilakukan dan itu harus secara terbuka. Dari dulu kita juga bilang kita kerja sama, meskipun dalam hal ini kita mengerjakan sendiri," kata Terawan saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Kompas TV Rosiana Silalahi di program Rosi, dikutip Kompas.com, Jumat (8/7/2022).

Terawan menuturkan, kerja sama dalam dunia medis adalah hal yang lumrah. Selain vaksin, sebagian produk medis yang dipakai di seluruh negara juga melalui proses kerja sama.

Baca juga: Terawan Tegaskan Vaksin Nusantara merupakan Karya Anak Bangsa

Dia lantas mencontohkan produk CT Scan buatan Jerman. Meskipun produk dirakit hingga menjadi barang jadi, Jerman juga mengimpor beberapa bahan baku/penolong dari berbagai negara. Namun dunia mengenalnya sebagai besutan Jerman karena merek yang digunakan.

Hal ini kata Terawan, juga berlaku bagi Vaksin Nusantara. Nama Vaksin Nusantara sudah dikenal berasal dari Indonesia.

"Semua mesti campuran, segala sesuatu ada adopsi. Alat saja, alat CT Scan dari Jerman, meja produknya bukan dari Jerman. Dari negara lain tapi tetap disebut apa? Sebut alat itu dari Jerman. Sama, vaksin nusantara namanya dari mana? Dari Indonesia," tutur Terawan.

Terawan menjelaskan, kerja sama pengembangan vaksin adalah bentuk manajemen efisiensi. Jika suatu negara tidak bisa menggunakan seluruh komponen dari dalam negeri, maka tidak bisa dipaksakan.

Baca juga: Terawan Mengaku Terpaksa Bilang Masker Hanya untuk Orang Sakit saat Awal Pandemi Covid-19

Lagipula, Terawan berkata, kerja sama dengan AS yang notabene merupakan negara maju menjadi kebanggan tersendiri. Artinya, Indonesia dipercaya sebagai mitra kerja sama.

"Kerja sama itu bisa membanggakan. Lho kalau negara besar mau kerja sama dengan kita, artinya apa? Kita dianggap punya kemampuan. Apa salah menyusun karangan bunga, bunganya dari mana-mana. Itu karya, bukan? Itu namanya karya kita," tutur Terawan.

Sebagai informasi, kerja sama uji klinik vaksin sel dendritik SARS Cov-2 atau dikenal dengan nama Vaksin Nusantara ini dilakukan antara Badan Litbang Kesehatan dan PT Rama Emerald Multi Sukses dilakukan di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Saat itu, penandatanganan dilakukan oleh Kepala Badan Litbang Kesehatan Slamet dengan General Manager PT Rama Emerald Multi Sukses, Sim Eng Siu, serta disaksikan oleh Terawan. PT Rama Emerald Multi Sukses sudah mendapatkan lisensi untuk mengembangkan vaksin sel dendrintik dari PT AIVITA Biomedical Inc yang berlokasi di Amerika Serikat.

Selain disebut-sebut sebagai produk AS, dari awal pengembangan vaksin ini sudah menuai polemik. Pada Februari 2021, kritik datang dari para ahli mempertanyakan pengembangan vaksin dengan sel dendritik tersebut.

Para peneliti yang sebelumnya terlibat dalam uji klinis, peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (KMK) UGM, ternyata tak dilibatkan. Akhirnya mereka mengundurkan diri pada 8 Maret 2021.

Kemudian pada 10 Maret 2021, vaksin ini kembali menjadi sorotan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebut pengembangan vaksin tidak sesuai kaidah medis. Penny juga menyinggung perbedaan data dari tim uji klinis vaksin dengan data yang dipaparkan pada rapat kerja DPR RI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.