Kompas.com - 17/06/2022, 10:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam reshuffle Kabinet Indonesia Maju pada Rabu (15/6/2022), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/Kepala BPN) menggantikan Sofyan Djalil.

Hal itu membuat Hadi kembali ke lingkaran pemerintahan setelah purnatugas sebagai Panglima TNI dan digantikan oleh Jenderal Andika Perkasa.

Alasan Jokowi mengangkat Hadi sebagai Menteri ATR/Kepala BPN karena dikenal sebagai pribadi yang detail saat bekerja, terutama ketika masih berdinas di TNI Angkatan Udara.

"Karena beliau dulu sebagai mantan Panglima (TNI) menguasai teritori, kita juga tahu, Pak Hadi kalau ke lapangan kerjanya sangat detail," kata Jokowi usai melantik sejumlah menteri dan wakil menteri baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Jokowi juga memberikan tugas kepada Hadi segera menyelesaikan urusan sengketa lahan dan persoalan sertifikat tanah, termasuk soal proyek pembangunan ibu kota negara (IKN) Nusantara.

Baca juga: Ini Sederet PR Hadi Tjahjanto di IKN Nusantara

"Urusan yang berkaitan dengan sengketa tanah dan sengketa lahan harus sebanyak-banyaknya bisa diselesaikan, yang kedua urusan sertifikat," ujar Jokowi.

"Termasuk di dalamnya urusan lahan tanah yang berkaitan dengan IKN," ujar Jokowi.

Hadi mengatakan akan menyelesaikan sertifikasi tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan penyediaan lahan di IKN Nusantara.

"Tugas saya yang pertama adalah menyelesaikan sertifikat milik rakyat yang sampai saat ini sudah terealisasi sebanyak 81 juta (bidang). Target yang ingin kita capai 126 juta sertifikat," kata Menteri Hadi Tjahjanto, dikutip dari Antara, Kamis (16/6/2022).

Hadi Tjahjanto berkomitmen untuk merealisasikan target sertifikasi hingga 126 juta bidang tanah pada 2024, bersama dengan pendampingnya Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Raja Juli Antoni, yang juga baru saja dilantik pada Rabu.

Ia mengaku akan berkoordinasi dengan instansi terkait di wilayah untuk melihat status tanah agar tidak terjadi sengketa.

Baca juga: Hari Pertama Menjabat, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto Kunjungan ke Kapolri

"Sengketa tanah itu kemungkinan juga overlapping antara milik institusi atau satuan lain dengan milik rakyat. Itu akan segera kita selesaikan," kata Hadi Tjahjanto.

Selain masalah reforma agraria, ia juga diembani tugas baru oleh Presiden Jokowi, yakni terkait penyelesaian lahan untuk IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

"Yang ketiga adalah terkait dengan tanah di IKN yang sudah disampaikan tadi, itu agar segera kita selesaikan," tambah Hadi Tjahjanto.

Selalu berdekatan

Hadi dan Jokowi seolah ditakdirkan tak pernah berjauhan dari sisi pekerjaan.

Hadi merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI Angkatan Udara 1987.

Dia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di TNI. Pada 2010-2011, Hadi dipercaya menjadi Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adi Sumarmo, Boyolali, Jawa Tengah.

Lokasi pangkalan militer dan sipil itu 14 kilometer di utara Kota Surakarta. Di saat yang bersamaan, Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo untuk periode kedua.

Baca juga: Hadi Tjahjanto Jadi Menteri ATR/BPN dan Harapan Penyelesaian Konflik Tanah Masyarakat Adat

Pada 2012, Joko Widodo dibawa ke Jakarta untuk mengikuti pemilihan kepala daerah. Dia menang dan dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 15 Oktober 2012.

Di saat yang tidak jauh berbeda, karier Hadi juga terus naik. Pada 2011-2013, Hadi menempati jabatan Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispen AU) pada 2013-2015 dan ditempatkan di Jakarta.

Belum menyelesaikan masa tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi diusung sebagai calon presiden dan menang dalam Pemilu Presiden-Wakil Presiden pada 2014.

Berselang satu tahun kemudian, Hadi Tjahjanto diberi jabatan sebagai Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) pada 2015. Setelah itu, Hadi diangkat menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan pada Oktober 2016.

Karier Hadi di TNI AU terus menanjak karena dia kemudian diberi tugas sebagai Danlanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, pada 2016.

Baca juga: Hadi Tjahjanto Jadi Menteri, Penanganan Konflik Tanah Masyarakat Adat Diharapkan Tak Gunakan Gaya Militer

Karier Hadi yang merupakan lulusan SMAN 1 Lawang, Malang, semakin mengilap karena ditunjuk menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) pada 2017.

Pada tahun yang sama, Hadi terpilih sebagai Panglima ke-20 TNI. Ia mengemban posisi ini sejak 2017-2021.

Setelah pensiun, Hadi kemudian dipercaya Jokowi menjadi Komandan Lapangan persiapan penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

(Penulis : Ardito Ramadhan, Muhammad Idris | Editor : Diamanty Meiliana, Fitria Chusna Farisa, Muhammad Idris)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.