Kompas.com - 04/06/2022, 10:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melepas kloter pertama Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 01) di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu (4/6/2022).

Fase pemberangkatan jemaah haji Indonesia 1443 H/2022 M dimulai ditandai dengan pemberangkatan 2.776 jemaah yang tergabung dalam 7 kloter dari 5 embarkasi.

Yaqut berpesan agar seluruh jemaah untuk kembali menata niat ibadah haji.

"Ditata kembali niatnya ke Tanah Suci ini untuk beribadah, untuk melaksanakan rukun islam yang kelima. Menyempurnakan keislaman kita. Niat kita ke Tanah Suci ini ibadah. Tidak ada yang lain-lain," kata Yaqut dalam keterangan tertulis melalui laman resmi Kemenag RI, Sabtu.

Baca juga: PPIH Siapkan 4 Jalur Kedatangan Jemaah Calon Haji di Arab Saudi

Yaqut meminta seluruh jemaah haji untuk menjaga kesehatan mengingat suhu panas di Arab Saudi.

Selain itu, ia mengimbau jemaah untuk membatasi kegiatan di luar ibadah.

"Saya berharap ini benar-benar diperhatikan Bapak Ibu sekalian, agar selama pelaksanaan ibadah haji bisa berjalan lancar, dan (bisa) melaksanakan semua syarat dan rukun haji," ujarnya.

Di samping itu, Yaqut mengimbau seluruh jemaah tak segan untuk bertanya kepada petugas bila mengalami kendala selama pelaksanaan ibadah haji.

Petugas yang disiapkan, kata dia, meliputi pendamping kloter dan petugas yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Baca juga: Lepas Keberangkatan Jemaah Haji dari Surabaya, Maruf Amin: Jaga Kesehatan, Covid-19 Belum Habis

Selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji, lanjutnya, tiap kloter disertai empat orang petugas yang terdiri dari satu orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), satu orang Tim Pembimbing Ibadah haji Indonesia ( TPIHI), serta dua orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

"Semua ini disiapkan untuk membantu para jemaah dalam pelaksanaan ibadah agar lancar," ucap dia.

Berikut ini data keberangkatan 2.776 jemaah haji Indonesia pada 4 Juni 2022:

1. Embarkasi Solo: SOC 01(360 jemaah) Terbang 00.30 WIB Tiba 09.25 WAS

2. Embarkasi Jakarta - Pondok Gede: JKG 01 (393 jemaah) Terbang 06.05 WIB Tiba 11.30 WAS

3. Embarkasi Jakarta - Bekasi: JKS 01 (410 jemaah) Terbang 07.25 WIB Tiba 12.45 WAS

4. Embarkasi Solo: SOC 02 (360 jemaah) Terbang 05.35 WIB Tiba 14.30 WAS

5. Embarkasi Jakarta - Bekasi: JKS 02 (410 jemaah) Terbang 08.40 WIB Tiba 14.00 WAS

6. Embarkasi Surabaya: SUB 01 (450 jemaah) Terbang 08.30 WIB Tiba 15.55 WAS

7. Embarkasi Padang: PDG 01 (393 jemaah) Terbang 13.50 WIB Tiba 18.10 WAS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puan Bicara 'Sinyal' Koalisi PDI-P dengan PKB

Puan Bicara "Sinyal" Koalisi PDI-P dengan PKB

Nasional
Cak Imin Kenang Sering Dibantu Taufiq Kiemas: Bayar Kuliah hingga Lamar Istri

Cak Imin Kenang Sering Dibantu Taufiq Kiemas: Bayar Kuliah hingga Lamar Istri

Nasional
Gelombang Desakan Supaya Hakim Agung Sudrajad Terlibat Suap Dihukum Berat

Gelombang Desakan Supaya Hakim Agung Sudrajad Terlibat Suap Dihukum Berat

Nasional
Puan: PDI-P dan PKB Sama-sama 'Partai Wong Sendal Jepit, Wong Cilik'

Puan: PDI-P dan PKB Sama-sama "Partai Wong Sendal Jepit, Wong Cilik"

Nasional
LPSK soal Putri Candrawathi: UU TPKS Bukan untuk Korban 'Fake'

LPSK soal Putri Candrawathi: UU TPKS Bukan untuk Korban "Fake"

Nasional
Tafsir UU Perlindungan Data Pribadi yang Perlu Diketahui

Tafsir UU Perlindungan Data Pribadi yang Perlu Diketahui

Nasional
Cak Imin: Minimal Saya jadi Wapres, PKB Kalah Gede Sama PDI-P

Cak Imin: Minimal Saya jadi Wapres, PKB Kalah Gede Sama PDI-P

Nasional
Kata Puan soal Dewan Kolonel yang Mendukungnya Vs Dewan Kopral Pendukung Ganjar untuk Pilpres 2024

Kata Puan soal Dewan Kolonel yang Mendukungnya Vs Dewan Kopral Pendukung Ganjar untuk Pilpres 2024

Nasional
MAKI Ungkap 25 Riwayat Perjalanan Luar Negeri Lukas Enembe, Diduga Sebagian Besar untuk Judi

MAKI Ungkap 25 Riwayat Perjalanan Luar Negeri Lukas Enembe, Diduga Sebagian Besar untuk Judi

Nasional
Kriteria Cawapres Puan Maharani Jika Maju sebagai Capres 2024

Kriteria Cawapres Puan Maharani Jika Maju sebagai Capres 2024

Nasional
Status 'Wanita Emas' Sebagai Ketum di Partai Republik Satu Masih Sah, Meski jadi Tersangka Kejagung

Status "Wanita Emas" Sebagai Ketum di Partai Republik Satu Masih Sah, Meski jadi Tersangka Kejagung

Nasional
Dapat Kejutan Ulang Tahun, Cak Imin Doakan Dirinya jadi Wapres-Puan Presiden

Dapat Kejutan Ulang Tahun, Cak Imin Doakan Dirinya jadi Wapres-Puan Presiden

Nasional
KPU Tetap Verifikasi Partai Republik Satu, Meski 'Wanita Emas' jadi Tersangka

KPU Tetap Verifikasi Partai Republik Satu, Meski "Wanita Emas" jadi Tersangka

Nasional
Makan Pecel Bareng Cak Imin, Puan: Kesukaannya Sama, Jangan-jangan Cocok

Makan Pecel Bareng Cak Imin, Puan: Kesukaannya Sama, Jangan-jangan Cocok

Nasional
MAKI Sentil Gubernur Papua Berjudi Saat Rakyat Sedang Kesusahan

MAKI Sentil Gubernur Papua Berjudi Saat Rakyat Sedang Kesusahan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.