Kompas.com - 03/06/2022, 18:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Ace Hasan Syadzily mengajak seluruh kader partainya untuk memperjuangkan Ketua Umum Airlangga Hartarto menjadi presiden periode 2024-2029.

Ace menilai, dibandingkan dengan tokoh lain yang digadang-gadang menjadi calon presiden, Airlangga merupakan sosok yang tidak memiliki kekurangan dari segi kompetensi, kapasitas, maupun pengalaman.

"Apa kurangnya ketua umum kita ini dibandingkan dengan nama-nama capres yang selama ini beredar di media massa?," kata Ace dalam acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Jawa Barat di Sentul, Bogor, Jumat (3/6/2022).

Baca juga: Airlangga Ajak Kader Golkar Doakan Keluarga Ridwan Kamil

"Dari segi kompetensinya, dari segi kapasitas teknokrasinya, dari segi pengalamannya, tidak ada alasan buat kita untuk tidak memperjuangkan beliau untuk menjadi presiden Republik Indonesia," ujar Ace.

Ace menyatakan, DPD Golkar Jawa Barat konsisten dengan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Golkar tahun 2019 yang mengamanahkan Airlangga sebagai calon presiden dari Golkar.

Menurut Ace, perjuangan Airlangga menjadi presiden merupakan marwah dan martabat bagi Partai Golkar.

Baca juga: Kisah Persahabatan Prabowo-Surya Paloh, Romantisme Alumni Golkar, dan Kans Politik 2024

Ia melanjutkan, mendukung Airlangga sebagai calon presiden diharapkan dapat memberikan efek ekor jas bagi partai berlambang pohon beringin itu.

Wakil ketua Komisi VIII DPR itu mengatakan, pengalaman membuktikan bahwa mengusung calon dari partai lain justru menguntungkan partai lain tersebut.

"Geus wancina Partai Golkar memerjuangkan kader sendiri, lamun kader lain olok kejo. Tahu olok kejo? Olok kejo itu artinya percuma, Bapak Ibu sekalian, agar memiliki efek ekor jas buat partai," kata Ace.

Baca juga: Demokrat Hormati Keputusan Ilham Arief Sirajuddin Kembali ke Golkar

Ia menambahkan, DPD Partai Golkar Jawa Barat membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap kader Partai Golkar yang berpotensi menjadi gubernur, bupati dan wali kota untuk maju dalam Pilkada 2024 nanti.

"Syaratnya, ada syaratnya, harus berjuang untuk Partai Golkar dan harus berjuang untuk memenangkan Bapak Airlangga Hartarto. Kalau mau tiketnya tetapi tidak mau berjuang untuk partai, eta mah kabina-bina," kata Ace.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendikbud Ristek Tunggu Penetapan KPK Terkait OTT Rektor Unila

Kemendikbud Ristek Tunggu Penetapan KPK Terkait OTT Rektor Unila

Nasional
Tipu Muslihat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Kelabui Kompolnas hingga Pengacara

Tipu Muslihat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Kelabui Kompolnas hingga Pengacara

Nasional
Ayah Emil Dardak Meninggal Dunia, AHY Sampaikan Belasungkawa

Ayah Emil Dardak Meninggal Dunia, AHY Sampaikan Belasungkawa

Nasional
Rektor Universitas Lampung Karomani Ditangkap KPK

Rektor Universitas Lampung Karomani Ditangkap KPK

Nasional
Kemendikbud Ristek: Kalau Benar Rektor Kena OTT Sangat Mencederai Misi Perguruan Tinggi

Kemendikbud Ristek: Kalau Benar Rektor Kena OTT Sangat Mencederai Misi Perguruan Tinggi

Nasional
Sekjen KPK Sebut Butuh Tambahan 351 Orang Pegawai Baru

Sekjen KPK Sebut Butuh Tambahan 351 Orang Pegawai Baru

Nasional
Polemik 'Amplop' Kiai, Suharso Monoarfa Minta Maaf

Polemik "Amplop" Kiai, Suharso Monoarfa Minta Maaf

Nasional
Pakar Hukum Curiga Ada Kepentingan Tertentu di Balik Sikap Komnas Perempuan terhadap Istri Ferdy Sambo

Pakar Hukum Curiga Ada Kepentingan Tertentu di Balik Sikap Komnas Perempuan terhadap Istri Ferdy Sambo

Nasional
KPK OTT Rektor Salah Satu Universitas Negeri di Lampung

KPK OTT Rektor Salah Satu Universitas Negeri di Lampung

Nasional
KPK Sebut Dugaan Percobaan Penyuapan Ferdy Sambo ke LPSK Harus Penuhi 3 Syarat

KPK Sebut Dugaan Percobaan Penyuapan Ferdy Sambo ke LPSK Harus Penuhi 3 Syarat

Nasional
Istri Ferdy Sambo Termasuk, Ini 5 Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J dan Perannya

Istri Ferdy Sambo Termasuk, Ini 5 Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J dan Perannya

Nasional
Surya Paloh Temui Jokowi di Istana, Nasdem Sebut Tak Bicarakan 'Reshuffle'

Surya Paloh Temui Jokowi di Istana, Nasdem Sebut Tak Bicarakan "Reshuffle"

Nasional
Sikap Komnas Perempuan-Komnas HAM terhadap Istri Ferdy Sambo Usai Jadi Tersangka Dikritik

Sikap Komnas Perempuan-Komnas HAM terhadap Istri Ferdy Sambo Usai Jadi Tersangka Dikritik

Nasional
Fadel Muhammad Anggap Pencopotannya sebagai Wakil Ketua MPR Inkonstitusional

Fadel Muhammad Anggap Pencopotannya sebagai Wakil Ketua MPR Inkonstitusional

Nasional
Merdeka dengan KUHP Nasional

Merdeka dengan KUHP Nasional

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.