Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/06/2022, 17:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Gang Kaget, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) merasa terkejut dengan kunjungan Presiden Joko Widodo di rumah mereka pada Selasa (31/5/2022).

Saat warga akan bersiap untuk istirahat, Presiden Jokowi tiba-tiba hadir di depan pintu rumah mereka untuk memberikan bantuan.

Malam itu, sekitar pukul 21.00 WITA, di luar agenda yang telah direncanakan, Jokowi mengunjungi beberapa rumah warga di Lorong Winirai, Gang Kaget, Kabupaten Ende.

Dengan mengenakan jaket merah berlambang G20, kepala negara menyapa langsung para warga dan memberikan bantuan berupa sembako.

Baca juga: Jokowi Disambut Lautan Manusia di Ende, Warga: Ini Momen yang Tak Terlupakan...

Warga Gang Kaget mengaku tidak menyangka akan kehadiran Presiden Jokowi ke rumah mereka.

Salah satu warga, Dorince, mengaku terkejut dengan kehadiran Presiden di rumahnya.

Saat itu, Dorince sedang bermain ponsel bersama sang adik.

“Saya lagi bermain HP bareng-bareng dengan adik tadi. Saya kaget Bapak Jokowi datang ke sini tadi. Saya langsung bangun, memang saya peluk Bapak Jokowi tadi yang berikan hadiah ini,” cerita Dorince sebagaimana dilansir dari siaran pers Sekretariat Presiden pada Rabu (1/6/2022).

Selain Dorince, warga lain yang merasa bahagia atas kehadiran presiden ke rumahnya adalah Purmayati.

Wanita yang berprofesi sebagai wirausaha ini mengaku bahwa dia tidak menyangka presiden akan datang ke rumahnya yang sederhana.

“Bahagia dan haru, tidak sangka-sangka Bapak Presiden mau datang di gubuk kami ini,” ujar Purmayati.

Baca juga: Kunjungi Pasar Mbongawani, Jokowi Bagikan Bansos hingga Beli Cabai Khas Ende

Purmayati menuturkan bahwa dirinya juga turut hadir bersama warga Kabupaten Ende lainnya yang menyambut ketibaan Presiden di Simpang Lima.

Namun, saat itu belum mendapat kesempatan untuk bertemu langsung secara lebih dekat.

“Tadi sempat nonton saat Bapak Presiden datang, teriak-teriak tapi tidak bertemu dengan Bapak Presiden. Tapi alhamdulillah memang Allah sudah memberikan rezeki buat kami atas kedatangan Bapak Presiden ke rumah kami,” jelas Purmayati.

Saat Presiden Jokowi tiba di rumahnya, wanita yang tinggal bersama Ibu dan anaknya hendak melaksanakan ibadah.

Baca juga: Warga: Semoga ke Depan Ada Lagi Presiden Lain yang Datang Berkunjung ke Ende

Kemudian, presiden tiba dan memberikan bantuan berupa sembako serta uang tunai.

“Bapak Jokowi memberikan kami bingkisan, sedikit modal usaha. Bapak Presiden mengatakan kepada anak saya untuk sekolah yang baik. Itu saja yang Bapak Presiden sampaikan, meneruskan wirausaha saya,” jelasnya.

Purmayati pun menyampaikan doa dan ucapan terima kasih untuk Presiden Joko Widodo.

“Semoga Bapak Jokowi umur panjang, sehat selalu, selalu diberkati oleh Allah SWT. Itu saja, terima kasih banyak Bapak Presiden,” ucapnya.

Setelah berkunjung ke rumah warga dan menyapa masyarakat di Gang Kaget, Presiden kembali ke tempat menginap pada pukul 21.40 WITA.

Baca juga: Jokowi Kunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Ini Sejarahnya

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi berada di NTT dalam rangka kunjungan kerja.

Presiden dan ibu negara tiba di NTT pada Selasa.

Selanjutnya, pada Rabu ini, Jokowi dan Iriana menghadiri rangkaian acara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2022 yang dipusatkan di Ende, NTT.

Setelahnya, kepala negara menghadiri sejumlah agenda lain, seperti penganugerahan gelar adat, kunjungan ke taman perenungan Bung Karno hingga meninjau pasar tradisional.

Pada Rabu siang, Jokowi dan Iriana menuju Kabupaten Ngada untuk melanjutkan kunjungan kerja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelanggaran Netralitas ASN Meningkat Jelang 2024, Masa Sebelum Kampanye Dinilai Rawan

Pelanggaran Netralitas ASN Meningkat Jelang 2024, Masa Sebelum Kampanye Dinilai Rawan

Nasional
Anies Dapat Tiket Capres dari Nasdem-Demokrat-PKS, PDI-P: Itu Hak Mereka

Anies Dapat Tiket Capres dari Nasdem-Demokrat-PKS, PDI-P: Itu Hak Mereka

Nasional
KPK Bakal Panggil Windy Idol Jadi Saksi Suap Hakim Agung

KPK Bakal Panggil Windy Idol Jadi Saksi Suap Hakim Agung

Nasional
Kubu Ferdy Sambo Tuding Replik JPU Sesatkan Peradilan

Kubu Ferdy Sambo Tuding Replik JPU Sesatkan Peradilan

Nasional
Gerindra Minta Jangan Ada 'Privilege' untuk Pensiunan Polisi Penabrak Mahasiswa UI hingga Tewas

Gerindra Minta Jangan Ada "Privilege" untuk Pensiunan Polisi Penabrak Mahasiswa UI hingga Tewas

Nasional
BPOM Terbitkan Izin Edar Antibodi Monoklonal Rituxikal Buatan Indonesia

BPOM Terbitkan Izin Edar Antibodi Monoklonal Rituxikal Buatan Indonesia

Nasional
Kasus Gagal Ginjal Akut, Polri Masih Dalami Dugaan Keterlibatan BPOM

Kasus Gagal Ginjal Akut, Polri Masih Dalami Dugaan Keterlibatan BPOM

Nasional
PBNU Kecewa Mars 1 Abad NU Dipakai untuk 'Kepentingan Politik', PKB Buka Suara

PBNU Kecewa Mars 1 Abad NU Dipakai untuk "Kepentingan Politik", PKB Buka Suara

Nasional
Polri Targetkan Seluruh Polda Punya CCTV dengan Teknologi Face Recognition untuk Deteksi Buronan

Polri Targetkan Seluruh Polda Punya CCTV dengan Teknologi Face Recognition untuk Deteksi Buronan

Nasional
Singgung “Duri dalam Rumah Tangga”, Kuat Ma’ruf Bantah Tahu Perselingkuhan Putri-Yosua

Singgung “Duri dalam Rumah Tangga”, Kuat Ma’ruf Bantah Tahu Perselingkuhan Putri-Yosua

Nasional
MK Tolak Legalkan Pernikahan Beda Agama

MK Tolak Legalkan Pernikahan Beda Agama

Nasional
Kuat Ma’ruf Bakal Divonis atas Kasus Pembunuhan Brigadir J pada 14 Februari

Kuat Ma’ruf Bakal Divonis atas Kasus Pembunuhan Brigadir J pada 14 Februari

Nasional
Pengacara Kuat Ma'ruf Tuding Dalil Replik Jaksa Hanya Asumsi dan Tak Berdasar

Pengacara Kuat Ma'ruf Tuding Dalil Replik Jaksa Hanya Asumsi dan Tak Berdasar

Nasional
Anies Dapat Tiket Capres, PKB Ucapkan Selamat

Anies Dapat Tiket Capres, PKB Ucapkan Selamat

Nasional
Kapolri Minta Jajarannya Gelar 'Jumat Curhat' Tampung Aspirasi Masyarakat

Kapolri Minta Jajarannya Gelar "Jumat Curhat" Tampung Aspirasi Masyarakat

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.