Kompas.com - 27/05/2022, 20:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menilai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terbentuk dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bukan berarti partainya ditinggalkan.

Sebaliknya, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto sesumbar bahwa partainya memiliki daya tarik bagi partai lain untuk membentuk koalisi.

"Jadi justru kami yang menarik, tidak pernah meninggalkan, kami tidak pernah ditinggalkan," kata Hasto ditemui di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Jumat (27/5/2022).

Hasto menjelaskan, PDI-P saat ini menjadi kekuatan partai yang menyatukan.

Baca juga: Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Oleh karenanya, PDI-P saat ini memilih tidak bergerak keluar dari koalisi pemerintahan yang ada, yaitu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Sehingga ketika ada yang bergerak keluar, kami rangkul. Sehingga semua di dalam satu barisan dalam mendukung pemerintahan Pak Jokowi - Ma'ruf Amin," tutur Hasto.

Terkait koalisi untuk 2024, PDI-P juga disebut belum memikirkannya.

Lebih lanjut ia mengatakan, PDI-P jika ingin membangun sistem politik ala Indonesia, maka tidak mengenal koalisi.

Sebaliknya, katanya, PDI-P hendak membangun kekuatan gotong royong nasional.

Hasto memberikan sedikit bocoran bahwa PDI-P akan gotong royong dengan partai yang memiliki kesamaan aspek.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.