Kompas.com - 11/04/2022, 16:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia mengatakan, pihaknya akan memperhatikan aspirasi demonstran yang berunjuk rasa di sekitar Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022).

Menurut dia, unjuk rasa merupakan hal biasa dalam negara demokrasi.

"Jadi saya kira, kita menghargai apa yang dilakukan teman-teman mahasiswa itu, aspirasinya tentu kita akan perhatikan," kata Doli ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Baca juga: Ombudsman RI Ingatkan Polisi Kedepankan Pendekatan Persuasif Hadapi Unjuk Rasa Hari Ini

Adapun demonstran menyampaikan aspirasi terkait penolakan penundaan pemilu hingga presiden tiga periode.

Menurut Doli, Komisi II juga menerima aspirasi dari masyarakat yang mendukung penundaan pemilu.

"Jadi, setiap aspirasi, setiap penyampaian itu hak yang dijamin oleh konstitusi," kata dia. 

Kendati demikian, Doli menilai bahwa penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan tidak akan terjadi jika berdasarkan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan bahwa pemungutan suara Pemilu tetap dilakukan pada 14 Februari 2024.

"Tapi kembali lagi, pemerintah, Pak Presiden sudah menegaskan, jadi saya kira sudah clear enggak ada masalah lagi," kata dia.

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI menggelar unjuk rasa pada Senin ini.

Baca juga: Temui Massa Aksi BEM SI, Kapolri dan 3 Wakil Ketua DPR Naik ke Mobil Komando

Demonstrasi tersebut akan digelar di sekitaran kawasan Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai, unjuk rasa tersebut merupakan bagian dari demokrasi.

Namun, ia meminta demonstran tidak melanggar hukum.

"Pemerintah mengimbau agar di dalam menyampaikan aspirasi supaya dilakukan dengan tertib, tidak anarkistis, dan tidak melanggar hukum," kata Mahfud dalam rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Polhukam, Sabtu (9/4/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.