Puspomad Tindak Lanjuti Temuan Komnas HAM Ada Oknum TNI di Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, Sejumlah Saksi Sudah Diperiksa

Kompas.com - 03/03/2022, 14:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Penerangan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) Letkol Cpm Agus Subur Mudjiono mengatakan, Komandan Puspomad Letnan Jenderal Chandra Warsenanto Sukotjo telah memerintahkan jajarannya menyelidiki temuan Komnas HAM soal adanya dugaan keterlibatan anggota TNI AD di kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin.

Agus mengungkapkan, saat ini penyidik Puspomad telah meminta keterangan sejumlah saksi.

"Danpuspomad telah memerintahkan jajarannya untuk melaksanakan penyelidikan. Telah dilaksanakan pengumpulan keterangan dari para saksi, di antaranya para mantan penghuni kerangkeng di rumah Bupati Langkat serta beberapa saksi yang diduga mengetahui hal tersebut," kata Agus saat dihubungi, Kamis (3/3/2022).

Baca juga: Komnas HAM Duga Ada 19 Pelaku Tindakan Kekerasan di Kerangkeng Manusia Langkat

Selain itu, penyidik Puspomad juga mengumpulkan keterangan dan alat bukti lainnya yang berkaitan dengan nama-nama anggota TNI AD yang diduga terlibat dalam praktik kerangkeng manusia itu.

Agus mengatakan, nama-nama itu diberikan Komnas HAM bersamaan dengan surat Nomor 056/SPK-PMT/11/2022 tanggal 4 Februari 2022.

Agus menegaskan, Puspomad berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum setempat dalam menangani kasus ini.

"Koordinasi terus dilakukan dengan Polda Sumut, pemda Langkat, dan aparat terkait lainnya untuk mencari data atau keterangan yang berkaitan dengan kasus tersebut. Sampai dengan saat ini kegiatan penyelidikan masih berlangsung," tegasnya.

Baca juga: Sederet Temuan Komnas HAM soal Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: 6 Tewas, Oknum TNI-Polri Diduga Terlibat

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyatakan, berdasarkan keterangan yang diterima komnas, ada keterlibatan anggota TNI dan Polri pada kerangkeng manusia di Kabupaten Langkat.

Anam mengungkapkan, Komnas HAM mengetahui jumlah, nama, hingga informasi penunjang lainnya para anggota TNI-Polri yang diduga terlibat itu.

Jadi kita mendapat keterangan ada beberapa oknum anggota TNI, Polri terlibat dalam proses kerangkeng tersebut,” kata Anam dalam konferensi pers daring, Rabu (2/3/2022).

Anam menjelaskan, anggota polisi yang diduga terlibat menyarankan agar pelaku kriminal dimasukan dalam penjara tersebut.

Sementara itu, anggota TNI diduga melakukan kekerasan kepada penghuni penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.