Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Menyembuhkan Islamofobia

Kompas.com - 09/12/2021, 14:27 WIB
Seorang pejalan kaki memeluk salah satu mahasiswa yang menggelar kegiatan Blind Trust Protest yang mengajak warga Toronto, Kanada memeluk seorang warga Muslim untuk mengatasi Islamofobia. YouTube/Daily MailSeorang pejalan kaki memeluk salah satu mahasiswa yang menggelar kegiatan Blind Trust Protest yang mengajak warga Toronto, Kanada memeluk seorang warga Muslim untuk mengatasi Islamofobia.

FOBIA merupakan jenis gangguan perilaku manusia yang secara berlebihan takut bahkan benci terhadap sesuatu. Bentuk dan jenis fobia beraneka ragam, misalnya globofobia sebagai fobia terhadap balon, ablutofobia sebagai fobia terhadap mandi, porfirofobia sebagai fobia terhadap warna ungu.

Bagi mereka yang kebetulan tidak menderita globofobia, ablutofobia, porfirobia, kemungkinan besar menganggap saya mengada-ada dengan memunculkan istilah-istilah fobia yang sebenarnya tidak ada.

Baca juga: Pimpin Kelompok Kerja OKI, Menlu Retno Ingin Hentikan Islamofobia

 

Anggapan itu keliru. Saya tidak perlu mengada-ada karena istilah-istilah itu memang benar-benar ada.

Bagi yang masih tidak percaya, silakan cek ke mesin pencari Google. Meski istilah-istilah fobia itu sudah saya indonesiakan, mohon cari dalam bahasa aslinya yaitu globophobia, ablutophobia, porphyrophobia.

Islamofobia

Masih ada jenis fobia yang diderita para insan yang secara berlebihan takut bahkan benci sesuatu, yaitu Islamofobia. Alasan menderita Islamofobia dapat dimaklumi, yaitu takut dan benci Islam karena ada orang yang mengatasnamakan Islam melakukan kekerasan yang disebut terorisme.

Wajar bagi mereka yang takut lalu benci terhadap terorisme yang kebetulan memang dilakukan oleh insan yang mengaku dirinya Islam seperti para pelaku terorisme Bom Bali di Kuta atau 911 di New York City. Memang fakta membuktikan, yang melakukan terorisme Bom Bali dan 911 adalah mereka yang mengaku dirinya Islam.

Namun sebenarnya, sungguh tidak adil apabila hanya para pelaku terorisme itu ada yang beragama Islam maka dipukul-rata semua umat Islam adalah pelaku terorisme.

Sama halnya apabila para pelaku huruhara yang bersifat rasial terhadap warga keturunan Tionghoa adalah warga Indonesia lalu digeneralisir bahwa semua warga Indonesia rasialis.

Baca juga: Muslim AS Melawan Islamofobia dengan Humor

Mungkin secara kimiawi, setetes nila memang bisa merusak susu sebelanga. Namun manusia bukan nila maupun susu. Maka, sebaiknya apabila ada beberapa yang mengaku Islam melakukan terorisme, mohon jangan digebyah-uyah bahwa seluruh umat Islam adalah teroris.

Kebetulan saya bersahabat dengan para warga Indonesia yang beragama Islam seperti Gus Dur, Pak Amien, Bu Mega, Pak SBY, Mas Jokowi, Cak Nur, Cak Nun, Gus Mus, Bu Nur, Mbak Alisa, Mbak Yenny, Mbak Anita, Mbak Inayah, Cak Mahfud, Mas Din, Mas Nurwahid, Mas Nasir, Pak Syaarif, Pak Shihab, Mbak Shihab, Bu Musdah, Pak Said, Pak Salim, Pak Azra, Mas Anies, Mas Sandi, Mas Ganjar, Mbak Kofifah, Mbak Risma dan para tokoh muslimin serta muslimah yang semuanya terbukti secara tak terbantahkan adalah para manusia berbudi pekerti luhur.

Manusia

Perlu disadari bahwa yang melakukan teror pasti bukan agama tetapi manusia. Dapat dipastikan bahwa bukan agama yang melakukan terorisme tetapi pasti manusia.

Maka, adalah tidak benar apabila kita membenci agama padahal yang melakukan terorisme adalah manusia, Sebaiknya para penderita Islamofobia berkenan mengganti fobia mereka dari Islamofobia menjadi Terorofobia alias fobia terhadap terorisme yang memang jauh lebih layak menjadi sasaran fobia.

Terus terang, saya pribadi juga menderita fobia berat terhadap terorisme sebab terorisme memang tidak sesuai sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Maka, sebagai pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan, saya siap bergabung ke Paguyuban Penderita Terorofobia demi membasmi habis terorisme dari peradaban umat manusia di planet Bumi ini!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes: Jakarta, Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Menkes: Jakarta, Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Nasional
Menkes Budi: Antivirus Covid-19 dari Pfizer Datang Februari 2022

Menkes Budi: Antivirus Covid-19 dari Pfizer Datang Februari 2022

Nasional
Luhut Minta Waspadai Varian Omicron, Peningkatan Kasus di Jakarta Bisa Lebih Tinggi

Luhut Minta Waspadai Varian Omicron, Peningkatan Kasus di Jakarta Bisa Lebih Tinggi

Nasional
UPDATE 16 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,51 Persen

UPDATE 16 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,51 Persen

Nasional
UPDATE 16 Januari: Ada 8.605 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Januari: Ada 8.605 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 16 Januari: 710 Pasien Covid-19 Selesai Isolasi

UPDATE 16 Januari: 710 Pasien Covid-19 Selesai Isolasi

Nasional
Luhut Tegaskan Belum Ada Kasus Kematian Covid-19 Akibat Varian Omicron

Luhut Tegaskan Belum Ada Kasus Kematian Covid-19 Akibat Varian Omicron

Nasional
UPDATE 16 Januari: 166.505 Orang Diperiksa Covid-19, Positivity Rate 2,87 Persen

UPDATE 16 Januari: 166.505 Orang Diperiksa Covid-19, Positivity Rate 2,87 Persen

Nasional
Wapres Minta Pelaku Kejahatan Seksual Dihukum Seberat-beratnya

Wapres Minta Pelaku Kejahatan Seksual Dihukum Seberat-beratnya

Nasional
UPDATE 16 Januari: Bertambah 3, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.170 Jiwa

UPDATE 16 Januari: Bertambah 3, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.170 Jiwa

Nasional
Ingatkan Peningkatan Kasus Covid-19, Luhut Sebut Transmisi Lokal Lebih Tinggi

Ingatkan Peningkatan Kasus Covid-19, Luhut Sebut Transmisi Lokal Lebih Tinggi

Nasional
UPDATE 16 Januari: Bertambah 855, Kini Ada 4.271.649 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Januari: Bertambah 855, Kini Ada 4.271.649 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Antisipasi Puncak Kasus Omicron, Wapres Minta Warga Tidak Pergi ke Luar Negeri Dulu

Antisipasi Puncak Kasus Omicron, Wapres Minta Warga Tidak Pergi ke Luar Negeri Dulu

Nasional
Kasus Harian Covid-19 Tembus 1.000, Luhut: Penegakan Prokes-Vaksinasi Itu Sangat Penting

Kasus Harian Covid-19 Tembus 1.000, Luhut: Penegakan Prokes-Vaksinasi Itu Sangat Penting

Nasional
Airlangga Sebut Jokowi Setuju Jumlah Penonton MotoGP Mandalika 100.000 Orang

Airlangga Sebut Jokowi Setuju Jumlah Penonton MotoGP Mandalika 100.000 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.