Kompas.com - 03/12/2021, 14:38 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menetapkan daftar UMK Jawa Barat 2022 yang meliputi UMK Kota Bandung 2022 dan 26 daerah lainnya, termasuk UMK Bekasi 2022 dan UMK Karawang 2022. Dok IKA UNPARGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menetapkan daftar UMK Jawa Barat 2022 yang meliputi UMK Kota Bandung 2022 dan 26 daerah lainnya, termasuk UMK Bekasi 2022 dan UMK Karawang 2022.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak otomatis diusung sebagai calon presiden jika bergabung ke partai politik.

Menurut Adi, sosok Ridwan Kamil belum tentu memberikan daya tawar yang kuat bagi partai politik. Sebab, elektabilitas Emil, sapaan akrabnya, belum termasuk tiga besar.

"Dari segi elektabiltitas Pak Ridwan Kamil kan belum masuk tiga besar, yang masuk tiga besar tetap Prabowo, Ganjar, sama Anies. Ridwan Kamil ini masuk 4 atau 5 besar," kata Adi, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/12/2021).

Baca juga: PAN Mengaku Punya Kesamaan Visi dengan Ridwan Kamil

"Artinya ini yang juga membuat partai-partai sekalipun menerima Ridwan Kamil tidak akan membuat partai yang bersangkutan untuk memiliki bargain dan daya tawar politik yang kuat," kata dia.

Adi menuturkan, mantan wali kota Bandung itu sebetulnya perlu bergabung ke partai-partai papan menengah ke atas yang memiliki daya tawar politik yang kuat untuk mengusung kader mereka.

Namun, menurut dia, partai-partai besar itu sudah memiliki jago masing-masing, misalnya Golkar yang mengusung Airlangga Hartarto dan Demokrat dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Jangan tanya Gerindra dan PDI-P, mereka pasti sudah punya jagoan. Yang paling mungkin dan realistis Nasdem, tapi kan masih maju-mundur dengan skenario konvensinya," kata Adi.

Adi berpendapat, situasi berbeda akan dialami Emil apabila ia memiliki elektabilitas yang tinggi, misalnya seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sudah ditawari untuk masuk Golkar jika tak diusung PDI-P.

"Kalau elektabilitas Ridwan Kamil memang meyakinkan, trennya positif, naik signifikan, tentu partai politik yang lain berburu. Tanpa Ridwan Kamil declare sekalipun, partai-partai ini akan memasang jala untuk menangkap tangkapan besar," ujar dia.

Baca juga: Ridwan Kamil: Kalau Partai Butuh Tokoh Elektabilitas Lumayan, Mungkin Saya Akan Dihitung

Di sisi lain, Adi menilai, langkah Emil yang mulai menawarkan diri untuk bergabung ke partai politik menunjukkan sikap realistis, bahwa untuk maju sebagai capres perlu mendapat dukungan partai.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Nasional
Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Nasional
Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Nasional
UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

Nasional
Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Nasional
Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Nasional
Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Nasional
BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

Nasional
UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Nasional
Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Nasional
Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.