Keluhkan Susah Cari Sekolah untuk Anaknya, Orangtua Harap Akses Pendidikan Penyandang Disabilitas Dipermudah

Kompas.com - 03/12/2021, 13:37 WIB
Komisi Nasional Disabilitas (KND) di acara Hari Peringatan Disabilitas Internasional 2021 di Kemensos, Jakarta, Jumat (3/12/2021). KOMPAS.com/RAHEL NARDAKomisi Nasional Disabilitas (KND) di acara Hari Peringatan Disabilitas Internasional 2021 di Kemensos, Jakarta, Jumat (3/12/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo telah melantik tujuh orang sebagai anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND) di Istana Negara pada Rabu (1/12/2021).

Kepada KND, salah satu orangtua dari anak penyandang disabilitas bernama Inas (10) berharap akses pendidikan bagi anak penyandang disabilitas semakin dipermudah.

“Supaya pendidikan untuk anak-anak ini lebih banyak lagi ya karena kan kita susah untuk mencari sekolah yang bisa menerima anak-anak disabilitas,” kata orangtua tersebut di acara “Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021” di Kemensos, Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Baca juga: Sejarah Hari Penyandang Disabilitas Internasional 3 Desember

Inas, kata ibunya, saat ini bersekolah di sekolah dasar (SD) Islam Al Izzah, Bekasi. Namun, sebelumnya, ia mengaku sulit mencarikan sekolah inklusi untuk anaknya.

Sebab, menurutnya, saat ini sekolah inkusif bagi anak penyandang disablitas masih sedikit.

“Saya mencari sekolah untuk Inas ini kan agak susah ya yang inklusi. Itu memang agak susah cari inklusi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan, banyak sekolah masih belum bisa menerima anak-anak penyandang disabilitas.

Pasalnya, ia mengungkapkan, mendidik dan mengajari anak penyandang disabilitas memang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.

Baca juga: Mulai Bekerja Setelah Dilantik, Ini Profil 7 Anggota Komisi Nasional Disabilitas

“Jadi ya mudah-mudahan lebih banyak lagi guru-guru yang bisa untuk menangani anak-anak disabilitas, bisa sekolah secara umum gitu. Walaupun memang kita harus lebih sabar dan lebih telaten lagi untuk mengajarnya,” ungkapnya.

Secara terpisah Ketua KND Dante Rigmalia menegaskan pihaknya mendukung pelaksanaan pendidikan bagi penyandang disabilitas.

“Tapi yang jelas kita sangat mendukung kan untuk pelaksanaan pendidikan penyandang disabilitas di manapun sesuai dengan kebutuhan dia,” kata Dante.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan di Muara Rapak, Balikpapan, Dapat Santunan

Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan di Muara Rapak, Balikpapan, Dapat Santunan

Nasional
Menanti Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Pesaing Ahok yang Punya Background Arsitek

Menanti Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Pesaing Ahok yang Punya Background Arsitek

Nasional
Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Nasional
Megaproyek 'Nusantara': Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Megaproyek "Nusantara": Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Nasional
UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, 'Positivity Rate' PCR 7,92 Persen

UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, "Positivity Rate" PCR 7,92 Persen

Nasional
UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

Nasional
UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

Nasional
Kasus Harian Covid-19 Tembus 2.604, Tertinggi Sejak September Lalu

Kasus Harian Covid-19 Tembus 2.604, Tertinggi Sejak September Lalu

Nasional
UPDATE 21 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 59,24 Persen, Dosis Pertama 86,54 Persen

UPDATE 21 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 59,24 Persen, Dosis Pertama 86,54 Persen

Nasional
Dana PEN Akan Dipakai untuk Megaproyek IKN, Faisal Basri: Ibu Kota Baru Tak Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Dana PEN Akan Dipakai untuk Megaproyek IKN, Faisal Basri: Ibu Kota Baru Tak Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Nasional
UPDATE 21 Januari: 4.119 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 4.119 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 21 Januari: Bertambah 811, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.121.928

Update 21 Januari: Bertambah 811, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.121.928

Nasional
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak 10 Tahun di Manado

Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak 10 Tahun di Manado

Nasional
UPDATE 21 Januari: Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 2.604

UPDATE 21 Januari: Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 2.604

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.