Epidemiolog Minta Pemerintah Tracing 14 Hari Sebelum WHO Umumkan Omicron

Kompas.com - 02/12/2021, 12:51 WIB
Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya. Nama untuk varian Omicron, diambil WHO dari huruf ke-15 dalam alfabet Yunani. SHUTTERSTOCK/natatravelIlustrasi varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya. Nama untuk varian Omicron, diambil WHO dari huruf ke-15 dalam alfabet Yunani.

JAKARTA, KOMPAS.com - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunus Miko Wahyono memperkirakan varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron bisa masuk lebih awal ke Indonesia.

Sebab, kata dia, sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan varian B.1.1.529 sebagai variant of concern (VoC), semakin banyak negara yang melaporkan kasus Covid-19 terkait varian tersebut.

"Menurut saya, ada kemungkinan masuk lebih awal (ke Indonesia). Waktu diumumkan Botswana dan Afrika Selatan, WHO menyebutkan sudah di tujuh negara penyebarannya, bukan tidak mungkin Indonesia kebobolan kemasukan varian ini," kata Tri saat dihubungi, Kamis (2/12/2021).

Oleh karenanya, Tri menyarankan agar pemerintah melakukan pelacakan kontak erat (tracing) dan pemeriksaan (testing) kepada pelaku perjalanan internasional 14 hari sebelum varian Omicron diumumkan.

Baca juga: Cara Mencegah Covid-19 Varian Omicron Menurut WHO

"Testing dua minggu ke belakang apakah ada varian baru itu masuk dari orang-orang yang berkunjung ke negara yang ada pada waktu itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Tri mendukung perpanjangan masa karantina bagi pelaku perjalanan internasional ke Indonesia dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 untuk mencegah masuknya varian Omicron.

Namun, ia juga meminta agar pemerintah tak hanya menutup pintu masuk internasional bagi 11 negara, tetapi mewaspadai pelaku perjalanan dari 23 negara yang sudah terdeteksi varian B.1.1.529 tersebut.

"Waktu itu tujuh negara, sekarang ada 23 negara itu sehari berkembang jadi 23 negara, ini harus kita adang, jangan mengulang kesalahan yang sama," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, per 1 Desember tercatat 23 negara yang melaporkan varian corona Omicron. Rata-rata varian B.1.1.529 ini terdeteksi di Eropa dan Afrika.

Baca juga: Penularan Varian Omicron, WHO Berharap Lebih Banyak Informasi dalam Beberapa Hari

"Saat ini per 1 Desember, 23 negara yang melaporkan adanya varian Omicron ini seperti Inggris, Austria, Italia, Jerman, Australia, dan lain sebagainya," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui kanal YouTube FMB9ID_IKP, Rabu.

Nadia mengatakan, kondisi tersebut akan sangat mungkin terus berubah dengan penambahan negara-negara yang melaporkan kasus Covid-19 dari varian Omicron.

Namun, ia meminta agar masyarakat tidak khawatir dan tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru seperti Omicron Berkembang

Berikut 23 negara yang melaporkan varian Omicron per 1 Desember:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes: Jakarta, Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Menkes: Jakarta, Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Nasional
Menkes Budi: Antivirus Covid-19 dari Pfizer Datang Februari 2022

Menkes Budi: Antivirus Covid-19 dari Pfizer Datang Februari 2022

Nasional
Luhut Minta Waspadai Varian Omicron, Peningkatan Kasus di Jakarta Bisa Lebih Tinggi

Luhut Minta Waspadai Varian Omicron, Peningkatan Kasus di Jakarta Bisa Lebih Tinggi

Nasional
UPDATE 16 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,51 Persen

UPDATE 16 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,51 Persen

Nasional
UPDATE 16 Januari: Ada 8.605 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Januari: Ada 8.605 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 16 Januari: 710 Pasien Covid-19 Selesai Isolasi

UPDATE 16 Januari: 710 Pasien Covid-19 Selesai Isolasi

Nasional
Luhut Tegaskan Belum Ada Kasus Kematian Covid-19 Akibat Varian Omicron

Luhut Tegaskan Belum Ada Kasus Kematian Covid-19 Akibat Varian Omicron

Nasional
UPDATE 16 Januari: 166.505 Orang Diperiksa Covid-19, Positivity Rate 2,87 Persen

UPDATE 16 Januari: 166.505 Orang Diperiksa Covid-19, Positivity Rate 2,87 Persen

Nasional
Wapres Minta Pelaku Kejahatan Seksual Dihukum Seberat-beratnya

Wapres Minta Pelaku Kejahatan Seksual Dihukum Seberat-beratnya

Nasional
UPDATE 16 Januari: Bertambah 3, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.170 Jiwa

UPDATE 16 Januari: Bertambah 3, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.170 Jiwa

Nasional
Ingatkan Peningkatan Kasus Covid-19, Luhut Sebut Transmisi Lokal Lebih Tinggi

Ingatkan Peningkatan Kasus Covid-19, Luhut Sebut Transmisi Lokal Lebih Tinggi

Nasional
UPDATE 16 Januari: Bertambah 855, Kini Ada 4.271.649 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Januari: Bertambah 855, Kini Ada 4.271.649 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Antisipasi Puncak Kasus Omicron, Wapres Minta Warga Tidak Pergi ke Luar Negeri Dulu

Antisipasi Puncak Kasus Omicron, Wapres Minta Warga Tidak Pergi ke Luar Negeri Dulu

Nasional
Kasus Harian Covid-19 Tembus 1.000, Luhut: Penegakan Prokes-Vaksinasi Itu Sangat Penting

Kasus Harian Covid-19 Tembus 1.000, Luhut: Penegakan Prokes-Vaksinasi Itu Sangat Penting

Nasional
Airlangga Sebut Jokowi Setuju Jumlah Penonton MotoGP Mandalika 100.000 Orang

Airlangga Sebut Jokowi Setuju Jumlah Penonton MotoGP Mandalika 100.000 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.