FUIB Temui Komisi III DPR, Bahas Kasus 6 Laskar FPI hingga Penangkapan Munarman

Kompas.com - 28/10/2021, 14:41 WIB
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (17/10/2021). KOMPAS.com/Nirmala Maulana AchmadAnggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (17/10/2021).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah ulama yang tergabung dalam Forum Umat Islam Banten (FUIB) bertemu Komisi III DPR untuk menyampaikan sejumlah aspirasi.

Mereka membahas berbagai hal, dari kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI), penangkapan eks Sekretaris Umum FPI Munarman, dan tes swab eks pemimpin FPI Rizieq Shihab.

"Kami minta agar Komisi III DPR RI bisa menggunakan wewenangnya dalam membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di warga negara Republik Indonesia atau di masyarakat khususnya masalah yang tadi sudah disebutkan," kata Ahmad Mustofa Warkah selaku perwakilan FUIB seusai pertemuan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Keterangan Saksi-saksi Kasus Unlawful Killing Laskar FPI: Lihat Mobil Berhenti Mendadak hingga Golok di Kendaraan

Anggota Komisi III DPR Habiburokhman yang menerima rombongan tersebut menjelaskan, FUIB merasa ada hal-hal yang tidak adil dalam penangangan tiga kasus di atas.

Ia mencontohkan, FUIB mempertanyakan proses penangkapan Munarman serta kapan Munarman akan disidang.

Ia berjanji, pertanyaan itu akan disampaikan kepada mitra Komisi III terkait.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kan ini sudah cukup lama Pak Munarman ini, sudah tujuh bulan (sejak ditangkap), update-nya seperti apa. Harusnya kan kalaiu di proses peradilan itu kan lebih cepat lebih baik, jadi lebih cepat mendapatkan keadilan orang tersebut, jadi kita akan tanyakan," kata Habiburokhman.

Baca juga: Polri: Munarman Ditahan Sejak 7 Mei 2021 dan Boleh Dikunjungi

Politikus Partai Gerindra itu melanjutkan, FUIB juga mengkritisi pengadilan kasus penembakan enam anggota laskar FPI di mana ada pihak-pihak yang dinilai layak untuk dijadikan saksi.

Selain itu, kasus tes swab Rizieq Shihab di RS Ummi juga menjadi sorotan.

Habiburokhman mengatakan, pihaknya tidak akan mengintervensi masalah hukum tersebut tetapi akan memantau hak-hak yang harus diberikan kepada Rizieq selama menjalani pidana.

"Misalnya mendapatkan remisi, asimilasi dan lain sebagainya, kemudian jaminan keselamatan beliau, itu kami akan pertanyakan tentang beliau kepada mitra-mitra kami terkait" ujar Habiburokhman.

Baca juga: Perjalanan Kasus Rizieq Shihab dalam Kerumunan Petamburan hingga Kasasinya Ditolak MA...

Ia menambahkan, meski DPR sedang reses, ia tetap menerima kehadiran rombongan FUIB setelah mendapat izin dari pimpinan Komisi III DPR.

"Kebetulan saya yang dapilnya di Jakarta sini, saya sudah izin pimpinan untuk menerima dan menampung aspirasi ini. Selanjutnya kami akan perjuangkan semaksimal mungkin, semampu kami, agar semua mendapatkan keadilan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Nasional
Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Nasional
Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Nasional
Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Nasional
Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Nasional
WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Nasional
Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Nasional
Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Nasional
UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

Nasional
UPDATE: 244.999 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

UPDATE: 244.999 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

Nasional
UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

Nasional
Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani 'Overhaul', KSAL: Hasilnya Bagus

Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani "Overhaul", KSAL: Hasilnya Bagus

Nasional
UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.