Kompas.com - 16/08/2021, 18:43 WIB
Webinar ?Optimalisasi Industri Pertahanan dalam Konteks Kepentingan Nasional RI di Abad 21? yang digelar Magister Manajemen Universitas Padjadjaran, Jumat (9/7/2021). Dok. UnpadWebinar ?Optimalisasi Industri Pertahanan dalam Konteks Kepentingan Nasional RI di Abad 21? yang digelar Magister Manajemen Universitas Padjadjaran, Jumat (9/7/2021).


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beralasan dirinya masih bertahan di kancah politik karena ingin terus berjuang untuk menciptakan pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.

"Karena itu kita harus memperjuangkan dan karena itu saya masih dalam kancah politik, karena itu juga partai yang saya pimpin sekarang perjuangan kita adalah jelas, harus terjadi pemerataan yang berarti, harus terjadi kesejahteraan rakyat yang konkret dan riil," ujar Prabowo dalam acara "Memperingati 50 Tahun CSIS Indonesia", Senin (16/8/2021).

"Dan negara harus hadir untuk melindungi seluruh bangsa dan rakyat Indonesia," sambung dia.

Baca juga: Bicara soal Politik Luar Negeri, Prabowo: Kita Bersahabat dengan Semua

Prabowo menyebut setiap sistem dan ideologi negara mempunyai ujian. Sistem dan ideologi negara akan diuji dengan dengan seberapa mampu membawa masyarakatnya menuju kehidupan yang lebih baik.

Menurut Prabowo, kehidupan masyarakat yang lebih baik berarti masyarakat harus sudah merasakan kesejahteraan yang merata dan kenyamanan dalam bernegara.

"Kehidupan yang lebih baik artinya rakyat harus merasa aman, terlindungi. Kedua, rakyat harus merasa sejahtera dan tentunya rakyat harus merasa nyaman," kata Prabowo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik, kata Prabowo, negara akan menemui ujian besar. Terlebih, saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19.

Walaupun begitu, Prabowo mengaku bersyukur bahwa Indonesia masih bisa bertahan kendati penyebaran Covid-19 tak kunjung mereda.

Baca juga: Prabowo: Apa yang Dilakukan Pemimpin Tiongkok Harus Kita Pelajari

"Tetapi harus diakui bahwa dalam kondisi yang berat ini pun kita bersyukur bahwa bangsa kita masih bisa bertahan, bangsa kita masih mampu menghadapi dan mengatasi ancaman dan tantangan ini," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Auran Naik Pesawat-Kereta Terbaru: Wajib Gunakan PeduliLindungi

Auran Naik Pesawat-Kereta Terbaru: Wajib Gunakan PeduliLindungi

Nasional
Pelaku Perjalanan Jarak Jauh Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin, Kecuali 3 Kategori Ini

Pelaku Perjalanan Jarak Jauh Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin, Kecuali 3 Kategori Ini

Nasional
Panglima TNI Kirim 200 Nakes ke Bogor untuk Percepat Vaksinasi Covid-19

Panglima TNI Kirim 200 Nakes ke Bogor untuk Percepat Vaksinasi Covid-19

Nasional
Luhut Tak Hadir, Mediasi dengan Haris Azhar Ditunda

Luhut Tak Hadir, Mediasi dengan Haris Azhar Ditunda

Nasional
Elektabilitas Ganjar Imbangi Prabowo, Pengamat Nilai Ini Hasil Kerja Relawan

Elektabilitas Ganjar Imbangi Prabowo, Pengamat Nilai Ini Hasil Kerja Relawan

Nasional
Aturan Naik Kereta-Pesawat, Tak Boleh Bicara hingga Makan-Minum

Aturan Naik Kereta-Pesawat, Tak Boleh Bicara hingga Makan-Minum

Nasional
Muncul Video Mesum 'Lele 13 Detik', Polisi Akan Dalami

Muncul Video Mesum "Lele 13 Detik", Polisi Akan Dalami

Nasional
Wakil Ketua DPR Minta Polri Tindak Asuransi Unit Link yang Rugikan Masyarakat

Wakil Ketua DPR Minta Polri Tindak Asuransi Unit Link yang Rugikan Masyarakat

Nasional
Konsistensi Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Dinilai Perlu Dipertahankan

Konsistensi Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Dinilai Perlu Dipertahankan

Nasional
Bertambah 1.083, Kasus Varian Baru Covid-19 di Indonesia Jadi 4.115

Bertambah 1.083, Kasus Varian Baru Covid-19 di Indonesia Jadi 4.115

Nasional
Ungkap 5 Catatan Buruk Kementerian ATR/BPN, Junimart Girsang Minta Menteri Sofyan Djalil Mundur

Ungkap 5 Catatan Buruk Kementerian ATR/BPN, Junimart Girsang Minta Menteri Sofyan Djalil Mundur

Nasional
Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin, BEM UI Minta Jokowi Evaluasi 6 Menteri Kabinet Indonesia Maju

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin, BEM UI Minta Jokowi Evaluasi 6 Menteri Kabinet Indonesia Maju

Nasional
Bertambah 865, Kasus Varian Delta di Indonesia Jadi 4.025

Bertambah 865, Kasus Varian Delta di Indonesia Jadi 4.025

Nasional
Menteri PPPA Minta Pendampingan Anak di LPKA Dimaksimalkan

Menteri PPPA Minta Pendampingan Anak di LPKA Dimaksimalkan

Nasional
Jokowi: Kerja Sama dan Perdagangan Global Harus Segera Kita Aktifkan

Jokowi: Kerja Sama dan Perdagangan Global Harus Segera Kita Aktifkan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.