Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/06/2021, 18:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito mengatakan, ada lebih dari satu faktor yang membuat lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu belakangan ini.

Namun, Ganip mengatakan, faktor utama yang menjadi pemicu lonjakan kasus yakni mobilitas masyarakat, khususnya saat liburan.

“Yang paling utama mungkin salah satu faktornya adalah adanya mobilisasi masyarakat, konteksnya dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Teristimewa pada saat liburan. Ini memacu mobilitas masyarakat menjadi semakin tinggi,” kata Ganip dalam siaran YouTube BNPB, Minggu (13/6/2021).

Baca juga: Antisipasi Jakarta Hadapi Lonjakan Covid-19 Setelah Libur Panjang Lebaran

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 ini mengatakan, manusia adalah sarana pembawa virus Covid-19.

Oleh karena itu, mobilitas masyarakat dapat memperbesar risiko terjadinya transmisi virus Covid-19 antar-manusia.

Ganip pun mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Oleh karenanya konsep untuk menggunakan masker, menjaga jarak menghindari kerumunan, mencuci tangan, dan mengurangi mobilitas ini adalah satu strategi atau cara yang tepat untuk memitigasi lonjakan kasus ini terjadi,” ucap dia.

Dalam beberapa hari terakhir ini pemerintah mencatat adanya peningkatan kasus harian Covid-19 yang mencapai angka 8.000-an.

Pada Kamis (10/6/2021) sore, pemerintah mencatat ada 8.892 kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Efek Libur Lebaran, Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Melonjak

Pada Jumat (11/6/2021) pukul 12.00 WIB, pemerintah mencatat ada 8.083 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Kemudian, pada Sabtu (12/6/2021) pukul 12.00 WIB, angka penambahan pasien Covid-19 semakin menurun dari hari sebelumnya.

Pada Sabtu kemarin, terjadi penambahan 7.465 kasus baru Covid-19 sehingga membuat jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 berjumlah 1.901.490 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mengubah Data di KTP Elektronik

Cara Mengubah Data di KTP Elektronik

Nasional
Cara Memperbaiki KTP-el yang Salah Data

Cara Memperbaiki KTP-el yang Salah Data

Nasional
Tanggal 10 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 10 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
Surya Paloh Kembali Bertemu Luhut, Bahas Apa?

Surya Paloh Kembali Bertemu Luhut, Bahas Apa?

Nasional
Gelar Wayang Kulit, Kapolri Harap Semakin Perkuat Persatuan Kesatuan Jelang Tahun Politik

Gelar Wayang Kulit, Kapolri Harap Semakin Perkuat Persatuan Kesatuan Jelang Tahun Politik

Nasional
Update 3 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 241 dalam Sehari, Total Jadi 6.730.778

Update 3 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 241 dalam Sehari, Total Jadi 6.730.778

Nasional
Ungkap Derita Terseret Skenario Ferdy Sambo, Chuck Putranto: Anak Diperiksa Psikis, Istri Dihina

Ungkap Derita Terseret Skenario Ferdy Sambo, Chuck Putranto: Anak Diperiksa Psikis, Istri Dihina

Nasional
KPK Tunjuk Jaksa yang Pernah Periksa Adik Ipar Jokowi Jadi Plt Direktur Penuntutan

KPK Tunjuk Jaksa yang Pernah Periksa Adik Ipar Jokowi Jadi Plt Direktur Penuntutan

Nasional
Mahfud Sebut Indeks Persepsi Korupsi Turun Bukan Penilaian ke Pemerintah Saja, tapi DPR dan Peradilan

Mahfud Sebut Indeks Persepsi Korupsi Turun Bukan Penilaian ke Pemerintah Saja, tapi DPR dan Peradilan

Nasional
Kepala Daerah Takut Diperiksa Aparat, Mendagri Disebut Masih Punya 'PR'

Kepala Daerah Takut Diperiksa Aparat, Mendagri Disebut Masih Punya "PR"

Nasional
Kepala Daerah Takut Diselidiki Aparat Diduga Dampak Mafia Peradilan

Kepala Daerah Takut Diselidiki Aparat Diduga Dampak Mafia Peradilan

Nasional
Pemerintah Diminta Tambah Subsidi Parpol dan Kampanye Cegah Kepala Daerah Korupsi

Pemerintah Diminta Tambah Subsidi Parpol dan Kampanye Cegah Kepala Daerah Korupsi

Nasional
Kekecewaan Eks Anak Buah Sambo: Loyalitas Saya Dimanfaatkan demi Kepentingan Pribadi

Kekecewaan Eks Anak Buah Sambo: Loyalitas Saya Dimanfaatkan demi Kepentingan Pribadi

Nasional
BRIN Pasuruan Disebut Bukan Tutup, tapi Dialihkan Kerjanya

BRIN Pasuruan Disebut Bukan Tutup, tapi Dialihkan Kerjanya

Nasional
Wapres Harap Dunia Pariwisata ASEAN Kembali ke Puncak Kejayaan

Wapres Harap Dunia Pariwisata ASEAN Kembali ke Puncak Kejayaan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.