Jokowi: Pembangunan Literasi Digital Kerja Besar, Pemerintah Tak Bisa Sendiri

Kompas.com - 20/05/2021, 12:14 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam kegiatan pemberian santunan dan silaturahmi kepada para keluarga prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur saat menjalankan tugas, bertempat di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021). TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDENPresiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam kegiatan pemberian santunan dan silaturahmi kepada para keluarga prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur saat menjalankan tugas, bertempat di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, upaya membangun literasi digital merupakan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah.

"Membangun literasi digital adalah sebuh kerja besar. Pemerintah tidak bisa kerja sendirian. Perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital," ujar Jokowi saat memberikan sambutan secara virtual pada peluncuran Program Digital Nasional, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Jokowi Ingin Masyarakat Gunakan Internet secara Bertanggung Jawab

Jokowi berharap gerakan literasi digital dapat terus berkembang. Sehingga masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif.

Ia menuturkan, pemerintah akan terus meningkatkan literasi digital kepada masyarakat dan generasi muda. Tujuannya, agar semua pihak dapat menggunakan internet dengan bertanggung jawab.

"Kita terus meningkatkan literasi digital untuk menyiapkan masyarakat. Terutama generasi muda agar menggunakan internet dengan baik, aman, bertanggung jawab, bebas dari misinformasi dan disinformasi, Memerangi hoaks, berita bohong," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jokowi Ingin Internet Diisi Konten Mendidik dan Menyejukkan

Jokowi menambahkan, literasi digital yang baik akan mendorong pemanfaatan teknologi ke arah yang positif, meningkatkan produktivitas, memudahkan pembelajaran jarak jauh serta mendorong berbagai aksi sosial yang positif.

Sebagai contoh, kegiatan filantropi, donasi untuk kemanusiaan, meningkatkan gerakan kepedulian, solidaritas dan gotong royong.

Di sisi lain, Jokowi mengingatkan bahwa kejahatan di ruang digital terus mengalami peningkatan.

Misalnya, hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual kepada anak, perundungan siber, ujaran kebencian dan radikalisme berbasis digital.

Baca juga: Jokowi: Kejahatan di Ruang Digital Terus Meningkat, dari Penipuan hingga Radikalisme

Bentuk-bentuk kejahatan seperti itu menurut Jokowi perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Jokowi mengingatkan semua pihak untuk terus meminimalisasi konten negatif di dunia digital dengan membanjiri ruang digital dengan konten yang positif.

"Banjiri terus, isi terus dengan konten-konten positif. Kita harus tingkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten kreatif yang mendidik, menyejukkan, yang menyerukan perdamaian," kata Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Robin Minta Maaf Libatkan Para Saksi Dalam Perkaranya, Saksi: Istri Saya Sampai Meninggal

Robin Minta Maaf Libatkan Para Saksi Dalam Perkaranya, Saksi: Istri Saya Sampai Meninggal

Nasional
Peringatan Maulid Nabi, Wapres Singgung Soal Prioritas Pemerintah Siapkan SDM

Peringatan Maulid Nabi, Wapres Singgung Soal Prioritas Pemerintah Siapkan SDM

Nasional
Airlangga: 176 Orang Terpapar Covid-19 di PON XX Papua

Airlangga: 176 Orang Terpapar Covid-19 di PON XX Papua

Nasional
Jokowi Ingin Booster Vaksinasi Covid-19 Mulai Disuntikkan Awal 2022

Jokowi Ingin Booster Vaksinasi Covid-19 Mulai Disuntikkan Awal 2022

Nasional
Saksi Mengaku Diancam Akan Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Jika Tak Beri Uang Stepanus Robin

Saksi Mengaku Diancam Akan Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Jika Tak Beri Uang Stepanus Robin

Nasional
125 Pegawai Kementerian ATR/BPN Terlibat Mafia Tanah, 32 di Antaranya Dihukum Berat

125 Pegawai Kementerian ATR/BPN Terlibat Mafia Tanah, 32 di Antaranya Dihukum Berat

Nasional
TNI AL Segera Buat Film Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

TNI AL Segera Buat Film Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

Nasional
Beredar Surat Kabar Berlogo Menyerupai Logo KPK, Diduga untuk Memeras

Beredar Surat Kabar Berlogo Menyerupai Logo KPK, Diduga untuk Memeras

Nasional
Luhut: Kalau Bisa Lewati Nataru, Kita Bisa Masuk ke Endemi Awal 2022

Luhut: Kalau Bisa Lewati Nataru, Kita Bisa Masuk ke Endemi Awal 2022

Nasional
Menkes Koordinasi dengan Menteri Haji Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Umrah

Menkes Koordinasi dengan Menteri Haji Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Umrah

Nasional
PDI-P Klaim Kemenangan Piala Thomas Tak Lepas dari Jokowi, Demokrat: Kemenangan Bangsa Indonesia

PDI-P Klaim Kemenangan Piala Thomas Tak Lepas dari Jokowi, Demokrat: Kemenangan Bangsa Indonesia

Nasional
Kapolri Perintahkan Kapolda Sanksi Anggota yang Lakukan Kekerasan

Kapolri Perintahkan Kapolda Sanksi Anggota yang Lakukan Kekerasan

Nasional
Bangun Gedung Baru, Golkar Sisipkan Nama Akbar Tandjung di Kantor DPP

Bangun Gedung Baru, Golkar Sisipkan Nama Akbar Tandjung di Kantor DPP

Nasional
Stepanus Robin Tawarkan Bantu Urus Perkara, Rita Widyasari: Saya Pikir KPK Berubah

Stepanus Robin Tawarkan Bantu Urus Perkara, Rita Widyasari: Saya Pikir KPK Berubah

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 November, Tak Ada Provinsi Level 4

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 November, Tak Ada Provinsi Level 4

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.