Menkes Pastikan Kapasitas RS dan Obat-obatan Siap Hadapi Potensi Lonjakan Kasus Covid-19

Kompas.com - 17/05/2021, 12:58 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021). Sebanyak enam juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tersebut, selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke Kota dan Kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021). Sebanyak enam juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tersebut, selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke Kota dan Kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan ketersediaan tempat tidur RS cukup untuk menampung pasien jika ada lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu ke depan.

Selain itu, Kemenkes juga telah menyiapkan obat-obatan dan menyiagakan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi potensi itu.

"Mengenai kesiapan RS dalam rangka menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19 pascaLebaran, antisipasi sudah kita lakukan. Total tempat tidur tersedia untuk isolasi pasien Covid-19 secara nasional kini sebanyak 70.000," ujar Budi dalam konferensi pers usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Senin (17/5/2021).

Dari jumlah itu, keterisian tempat tidur saat ini sebanyak 20.000. Sehingga masih ada cadangan 50.000 tempat tidur atau setara dengan 250 persen dari keterisian tempat tidur isolasi di RS.

Baca juga: Update Corona Dunia 17 Mei: 3,3 Juta Orang Meninggal Dunia karena Covid-19

Kondisi serupa juga terjadi untuk tempat tidur ICU. Budi menjelaskan saat ini ada 7.500 tempat tidur ICU untuk pasien Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan per kemarin yang sudah terisi adalah 2.500 tempat tidur. Jadi kita masih memiliki kapasitas tambahan sekitar 200 persen dari tingkat keterisiannya sekarang," ungkapnya.

Budi berharap potensi kenaikan kasus Covid-19 pascalibur Lebaran 2021 tidak terjadi dalam jumlah yang besar.

Dengan demikian cadangan tempat tidur yang ada masih bisa terjaga jumlahnya.

"Kami juga memastikan obat-obatan kami lengkapi stoknya di RS sudah kami isi. Demikian pula tenaga kesehatannya juga sudah kami persiapkan. Kita berdoa mudah-mudahan lonjakan kasus itu tak terjadi. Kalau toh terjadi tak sampai tinggi lonjakannya," tambahnya.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang digelar virtual pada Minggu (16/5/2021), Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan potensi kenaikan kasus positif dua pekan setelah libur Lebaran 2021.

Baca juga: Saya Pernah Merasakan Terjangkit Covid-19, Tolong Patuhi Protokol Kesehatan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.