Kompas.com - 18/04/2021, 14:03 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meninjau kesiapan 125 prajurut TNI AD yang akan menjalani latihan bersama Rotation Joint Readiness Training Center (JRTC) Rotation 21-01 dengan US Army di Yonif Para Raider 502 Kostrad, Jabung, Malang, Jawa Timur. Tangkapan layar instagram TNI ADKepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meninjau kesiapan 125 prajurut TNI AD yang akan menjalani latihan bersama Rotation Joint Readiness Training Center (JRTC) Rotation 21-01 dengan US Army di Yonif Para Raider 502 Kostrad, Jabung, Malang, Jawa Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan Pusat Zeni AD akan membantu memperbaiki tiga jembatan yang rusak akibat terjangan bencana banjir bandang di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu.

"Kami siapkan segera kirim ke Tanjung Priok. Ingat pengerjaan jembatan harus mandiri," ujar KSAD dikutip dari Antara, Sabtu (17/4/2021).

KSAD mengatakan, pengerjaan secara mandiri oleh Pusat Zeni AD mulai dari lampu, alat berat dan semua peralatan yang dibutuhkan harus dibawa sekaligus.

Baca juga: Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Terkena Penyakit Kelamin

Berbagai alat dan keperluan untuk memperbaiki tiga jembatan yang rusak akibat banjir bandang akan dibawa menggunakan Kapal Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI).

Sebelum mengirimkan bantuan ke Bima, KSAD terlebih dahulu menerima laporan dari Panglima Kodam IX Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak terkait kondisi terakhir di daerah itu.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat M Noer menyampaikan terima kasih atas bantuan TNI AD yang telah bersedia membantu memperbaiki akses publik tersebut.

Baca juga: Gunakan Bom Ikan di Perairan TN Komodo, 5 Nelayan Asal NTB Ditangkap

"Terima kasih atas gerak cepat TNI AD dalam menangani jembatan yang putus," kata dia.

M Noer mengatakan jembatan yang putus tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat untuk kepentingan berlalu lintas hingga akses menuju desa-desa terpencil.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Selasa (13/4/2021) ada 178 korban jiwa akibat bencana banjir bandang di NTT dan 48 orang hilang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X