Kompas.com - 06/04/2021, 22:16 WIB
Seorang warga menyaksikan banjir bandang yang merusak permukiman di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc. ANTARA FOTO/HUMAS BNPBSeorang warga menyaksikan banjir bandang yang merusak permukiman di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc.

JAKARTA, KOMPAS.comBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mengupayakan pencarian korban hilang akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BNPB Doni Munardo mengatakan, pencarian korban akan difokuskan di tiga wilayah, yakni Lembata, Alor dan Adonara.

"Pencaian korban masih terkendala karena alat berat yang ada. Sebenarnya sudah disiapkan namun belum bisa dikirim ke tujuan, terutama ke Adonara dan juga Alor," ujar Doni, saat memberikan keterangn pers, Selasa (6/4/2021) malam.

Baca juga: BNPB Kesulitan Kirim Ekskavator ke Lokasi Bencana di NTT

"Sedangkan di Lembata, alat berat akan dikerahkan dari sejumlah perusahaan yang sedang mengerjakan pekerjaan jalan," tuturnya.

Doni mengatakan, BNPB bersama TNI dan Polri akan menambah personel, alutsista dan membangun rumah sakit lapangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jajaran TNI dan Polri menambah personil termasuk alutsista dan rumah sakit lapangan, terutama di tiga wilayah ini yang terdampak paling parah," ungkap Doni.

Saat ini, kata Doni, dapur umum sudah berdiri di seluruh wilayah terdampak bencana di NTT.

"Sehingga diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang tidak mendapatkan logistik," imbuhnya.

Baca juga: UPDATE: Korban Jiwa akibat Bencana di NTT dan NTB 119 Orang

Adapun berdasarkan data BNPB, sebanyak 117 orang meninggal dunia akibat bencana di NTT dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebanyak 60 orang meninggal dunia di Flores Timur. Kemudian 21 korban meninggal di Alor dan tiga korban jiwa di Kabupaten Belu.

Sementara di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang masing-masing terdapat satu korban jiwa.

Kemudian 28 korban meninggal dunia di Kabupaten Lembata, dua korban jiwa di Kabupaten Sabu Raijua dan satu korban jiwa di Ende.

Adapun banjir disertai longsor terjadi di sejumlah kabupatan, Provinsi NTT, pada Minggu (4/4/2021).

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.