Kompas.com - 01/04/2021, 07:59 WIB
Personel kepolisian dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Mabes Polri memperketat penjagaan pascaserangan dari terduga teroris yang tewas di tempat usai baku tembak. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPersonel kepolisian dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Mabes Polri memperketat penjagaan pascaserangan dari terduga teroris yang tewas di tempat usai baku tembak. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menyatakan, penyerangan Mabes Polri merupakan alarm keras agar seluruh pihak lebih waspada terhadap serangan teroris.

Bamsoet pun meminta aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga objek vital masyarakat.

"Polri, BIN, BAIS, dan berbagai aparat keamanan lainnya harus memperkuat kegiatan intelijen, sehingga bisa mendeteksi dini kemungkinan terjadinya pergerakan teroris," kata Bamsoet, Rabu (31/3/2021) malam.

Menurut politikus Partai Golkar tersebut, peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan TNI juga harus dimaksimalkan dalam menanggulangi terorisme.

Baca juga: Fakta-fakta Seputar Pelaku Penyerangan Mabes Polri

Bamsoet mengatakan, dengan adanya UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, tidak ada alasan bagi aparat hukum untuk mengatakan tidak memiliki kewenangan yang cukup dalam menanggulangi terorisme.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di samping itu, Bamsoet juga meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan penyerangan di Mabes Polri dengan agama tertentu.

"Walaupun penyerangan di Mabes Polri dilakukan oleh orang yang menggunakan pakaian khas muslim, bukan berarti penyerang mencerminkan kondisi penduduk muslim seutuhnya. Siapapun dengan motif apapun bisa berada di baliknya," kata dia.

Ia juga menegaskan, tindakan terorisme bukan hanya kejahatan terhadap kemanusiaan tetapi juga kejahatan terhadap persatuan dan kedaulatan.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Bangsa Indonesia, kata Bamsoet, selama ini dapat hidup rukun dan damai antarpemeluk agama.

"Yang kita lawan bukanlah sesama pemeluk agama, melainkan teroris sebagai orang yang tidak memiliki agama, yang tidak pantas hidup di bumi Indonesia," kata Bamsoet.

Baca juga: Fakta Pelaku Penyerangan Mabes Polri, Pamit di WAG Keluarga dan Tinggalkan Surat Wasiat Sebelum Beraksi

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.