Khawatir Terulang, Menpora Tegaskan Indonesia Tak Diam Usai Dipaksa Mundur dari All England 2021

Kompas.com - 18/03/2021, 13:16 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Zainudin Amali saat membuka gelaran Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Grand Design Keolahragaan Nasional di Hotel JW Marriot, Surabaya, Sabtu (09/01/2020) malam. KOMPAS.com/Suci RahayuMenteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Zainudin Amali saat membuka gelaran Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Grand Design Keolahragaan Nasional di Hotel JW Marriot, Surabaya, Sabtu (09/01/2020) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan, Indonesia tidak akan tinggal diam begitu saja setelah tim bulutangkisnya dipaksa mundur dalam ajang bergengsi All England 2021.

Amali mengatakan, Indonesia akan menunjukan sikapnya melalui Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kepada Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) agar kejadian serupa tidak terulang dalam event lain.

"Kekhawatiran saya itu jangan sampai kejadian ini kalau kita diamkan, karena kita dianggap peserta dari Indonesia terima saja, diperlakukan seperti apa diam saja, maka yang akan datang mereka akan seenaknya saja memperlakukan Indonesia," tegas Amali dalam konferensi pers yang dikutip dari Kompas TV, Kamis (18/3/2021).

Walupun begitu, Amali menyebut pemerintah tidak bisa campur tangan dalam permasalahan ini.

Menurutnya, jika pemerintah turut masuk dalam permasalahan ini maka akan dianggap sebagai bentuk intervensi dalam dunia olahraga.

Baca juga: Soal All England 2021, Dubes RI Klarifikasi Isu Diskriminasi ke Dubes Inggris

Karena itu, pihaknya segera memerintahkan PBSI untuk meminta BWF mengklarifikasi keputusannya yang memaksa Indonesia mundur dari All England 2021.

"Sekali lagi saya ingin mendorong supaya teman-teman di PBSI untuk meminta klarifikasi dan sikapnya dan harus dinyatakan," terang Amali.

Amali menambahkan, komunikasi yang dilakukan PBSI penting dilakukan supaya BWF tidak buang badan begitu saja dengan menjadikan regulasi Inggris sebagai rujukan dalam keputusan tersebut.

Di sisi lain, ia memastikan bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan begitu saja. Pihaknya tetap bertanggung jawab terhadap nasib tim Indonesia.

"Tetapi kita bertanggung jawab terhadap warga kita apalagi para atlet," imbuh Amali.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat Divonis Nihil, Jaksa Agung Perintahkan Banding

Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat Divonis Nihil, Jaksa Agung Perintahkan Banding

Nasional
Pemerintah Catat 6.500 Lebih Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak Sepanjang 2021

Pemerintah Catat 6.500 Lebih Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak Sepanjang 2021

Nasional
UPDATE 19 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 58,54 Persen

UPDATE 19 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 58,54 Persen

Nasional
Pemerintah Didesak Cari Investor untuk Pindahkan Ibu Kota, Jangan Gunakan Dana PEN

Pemerintah Didesak Cari Investor untuk Pindahkan Ibu Kota, Jangan Gunakan Dana PEN

Nasional
Persiapan Pemilu 2024, PAN-PBB Bertemu Bangun Kesepahaman Politik

Persiapan Pemilu 2024, PAN-PBB Bertemu Bangun Kesepahaman Politik

Nasional
UPDATE 19 Januari: 5.814 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 19 Januari: 5.814 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Masuk Jajaran Kepala Daerah Terkaya, Berikut Rekam Jejak Bupati Langkat yang Kena OTT KPK

Masuk Jajaran Kepala Daerah Terkaya, Berikut Rekam Jejak Bupati Langkat yang Kena OTT KPK

Nasional
Potensi Kerugian Negara dari Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Ditaksir Rp 3,6 Triliun

Potensi Kerugian Negara dari Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Ditaksir Rp 3,6 Triliun

Nasional
UPDATE 19 Januari: Ada 10.796 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 19 Januari: Ada 10.796 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 19 Januari: Total Kasus Sembuh Covid-19 Capai 4.120.540

UPDATE 19 Januari: Total Kasus Sembuh Covid-19 Capai 4.120.540

Nasional
UPDATE 19 Januari: Sebaran 1.745 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI 1.012

UPDATE 19 Januari: Sebaran 1.745 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI 1.012

Nasional
KPK Minta Keterangan Dino Patti Djalal Terkait Dugaan Korupsi Formula E

KPK Minta Keterangan Dino Patti Djalal Terkait Dugaan Korupsi Formula E

Nasional
UPDATE 19 Januari: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 9 Orang

UPDATE 19 Januari: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 9 Orang

Nasional
Update 19 Januari: Bertambah 1.745 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia

Update 19 Januari: Bertambah 1.745 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia

Nasional
Jaksa Agung Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Garuda ke Tahap Penyidikan

Jaksa Agung Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Garuda ke Tahap Penyidikan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.