Kompas.com - 23/02/2021, 21:19 WIB
Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 secara online di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (28/10/2020). DOK. covid19.go.idJubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 secara online di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (28/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkap, angka kematian pasien Covid-19 belum menunjukkan perubahan yang signifikan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali.

Sejak PPKM diberlakukan 12 Januari 2021, angka kematian akibat virus corona di tiap daerah cenderung bervariasi.

"Perkembangan kematian ini cenderung sangat bervariasi trennya dan belum menunjukkan perubahan yang signifikan pada beberapa provinsi," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: 100.000 Lansia Akan Divaksin Covid-19, Penerima Dites Naiki 10 Anak Tangga

Di DKI Jakarta misalnya, angka kematian pasien Covid-19 terus menurun sejak penerapan PPKM.

Sebelum PPKM diberlakukan, angka kematian di Ibu Kota mencapai 1,72 persen. Jumlah itu turun sebanyak 0,14 persen per 19 Februari 2021 menjadi 1,58 persen.

Di Jawa Barat, angka kematian cenderung fluktuatif. Angka ini sempat naik ketika PPKM tahap kedua diberlakukan, namun kembali menurun saat PPKM skala mikro diterapkan.

Sementara, di Bali angka kematian meningkat tajam selama PPKM tahap pertama. Namun angka ini berhasil diturunkan saat PPKM tahap 2 dan 3.

"Provinsi lainnya seperti Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur bahkan menunjukkan peningkatan persen kematian. Bahkan DIY menunjukkan kenaikan sebesar 0,22 persen dibandingkan dengan sebelumnya PPKM berlangsung," ujar Wiku.

Wiku pun meminta pemerintah daerah hingga RT dan RW di Pulau Jawa dan Bali bahu-membahu untuk menekan angka kematian pasien virus corona.

Hal ini dilakukan salah satunya dengan membantu Puskesmas melakukan mendeteksi dini terhadap masyarakat di tingkat RT dan RW yang menunjukkan gejala virus corona.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X