Kompas.com - 17/12/2020, 14:17 WIB
Presiden Joko Widodo berada di dalam mobil saat akan mengikuti Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPU) Kalibata, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Upacara Ziarah Nasional tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020. Selanjutnya, Presiden Joko Widodo akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh yang telah melalui proses seleksi oleh Kementerian Sosial dan Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATPresiden Joko Widodo berada di dalam mobil saat akan mengikuti Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPU) Kalibata, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Upacara Ziarah Nasional tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020. Selanjutnya, Presiden Joko Widodo akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh yang telah melalui proses seleksi oleh Kementerian Sosial dan Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, saat ini tantangan Indonesia dalam mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) makin berat.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan krisis yang memperburuk capaian SDGs nasional.

"Saat ini tantangan untuk mencapai target SDGs ini semakin berat. Pandemi telah mengakibatkan krisis kesehatan dan krisis perekonomian yang memperburuk capaian SDGs kita, bahkan juga capaian SDGs dunia," ujar Jokowi, dalam sambutannya untuk Konferensi Tahunan SDGs Indonesia Tahun 2020 yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: SDGs Lamban, Perusahaan Masih Kedepankan Profit

Kendati demikian, Jokowi menekankan bahwa target SDGs Indonesia jangan sampai turun. Ia meminta semua pihak mencari cara dan terobosan baru agar dapat mencapai target tersebut.

"Tidak ada cara lain bahwa inovasi harus terus dilakukan. Cara yang lebih efektif dan efisien harus dikembangkan dan hasil yang lebih maksimal harus diperjuangkan," ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, para ahli di berbagai bidang punya keunggulan masing-masing. Selain itu, praktisi di bidang pemerintahan maupun swasta juga sudah memiliki kemampuan memadai.

Baca juga: APRIL2030: Aksi Nyata Wujudkan Akselerasi SDGs Satu Dekade ke Depan

 

Sehingga, Jokowi meminta setiap keahlian bisa saling memberi masukan dan diterapkan dalam kebijakan yang konkret.

"Selama ini kita telah bekerja keras untuk mencapai SDGs. Target SDGs sepenuhnya sesuai dengan prioritas kebijakan pemerintah," kata Jokowi.

"Yakni mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan untuk memberikan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," ucapnya.

Baca juga: Mahasiswa Didorong Sumbang Pemikiran Kritis tentang SDGs

SDGs merupakan kesepakatan antarnegara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diteken pada 2015.

SDGs yang menjadi komitmen global tersebut terdiri dari 17 tujuan, diantaranya tanpa kemiskinan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, ekosistem daratan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

Berdasarkan laporan The Sustainable Development Goals and Covid-19, Indonesia setidaknya mampu mewujudkan 10 dari 17 tujuan yang ada, di antaranya perbaikan kesetaraan gender, kota dan komunitas berkelanjutan, ekosistem laut, ekosistem daratan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X