Okupansi Tempat Tidur Pasien Covid-19 Tinggi, jika Dibiarkan Layanan Kesehatan Indonesia Kolaps

Kompas.com - 10/12/2020, 10:31 WIB
Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) menyiapkan peralatan kesehatan di ruang isolasi pasien Covid-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). Sebanyak 55 tempat tidur telah disiapkan pihak Pemerintah Kota Bekasi di stadion tersebut sebagai tempat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) menyiapkan peralatan kesehatan di ruang isolasi pasien Covid-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). Sebanyak 55 tempat tidur telah disiapkan pihak Pemerintah Kota Bekasi di stadion tersebut sebagai tempat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Platform digital seputar Covid-19, Pandemic Talks, melaporkan data dan informasi Kementerian Kesehatan yang menyebut bahwa okupansi tempat tidur pasien Covid-19 di 8 provinsi telah melebihi ambang maksimal yang disarankan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 60 persen.

Inisiator Pandemic Talks Firdza menjelaskan, untuk okupansi tempat tidur ICU dan ruang isolasi di 8 provinsi tersebut, bahkan ada yang mencapai 75 persen.

"Delapan daerah itu paling tinggi okupansi 75 persen di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Angkanya di atas 70 persen," kata Firdza saat dihubungi Kompas.com, Kamis (10/12/2020).

Sisanya, kata dia, okupansi tempat tidur yang tinggi itu ada di Banten 73 persen, Yogyakarta 70 persen, Jawa Timur 66 persen, Lampung 65 persen, Jakarta 64 persen, dan Jambi 61 persen.

Baca juga: Dinkes: Tingkat Keterisian Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Jakarta 79 Persen

Ia mengatakan, situasi seperti ini dapat berakibat lebih mengerikan di lapangan.

Firdza berpendapat, hal ini bisa bisa menyebabkan kapasitas ruang kesehatan publik di Indonesia ambruk.

"Jika dibiarkan maka kapasitas public health Indonesia kolaps. Lalu pasien baru corona akan semakin kesulitan mencari rumah sakit untuk perawatan dan isolasi mandiri," jelasnya.

Tak hanya itu, Firdza juga mengkhawatirkan situasi ini akan mempersulit pasien non Covid-19 yang berobat ke rumah sakit.

Firdza juga menyoroti angka kematian di Indonesia yang sempat mencapai rekor tertinggi pada Rabu (9/12/2020).

Baca juga: Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS 57,97 Persen, Jabar Tertinggi

Adapun angka kematian akibat Covid-19 dilaporkan pada Rabu mencapai 171 kematian.

Sehingga total kematian akibat Covid-19 di Indonesia menembus angka 18.171 kematian.

"Selama sembilan bulan ini, rata-rata angka kematian harian Covid-19 di Indonesia di 120-150 kematian per hari. Artinya setiap 12 menit minimal ada 1 kematian penduduk Indonesia akibat Covid-19," ungkap dia.

Selain itu, rasio kematian akibat Covid-19 di Indonesia juga terbilang tinggi dengan angka persentase 3,07.

Baca juga: Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Tangerang Terisi 82 Persen, Lebihi Ambang Batas Aman

Menurutnya, ada dua hal yang bisa menjadi indikatornya yakni jumlah tes masih kecil sehingga angka kasus di Indonesia sebenarnya bisa lebih besar.

Kedua, masalah dalam penanganan dan perawatan pasien.

Maka, ia menyebut dengan terus bertambahnya kasus Covid-19 di Indonesia dan mulai penuhnya rumah sakit, risiko kematian bisa saja meningkat.

"Belum lagi menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) 85 persen tenaga kesehatan mulai kelelahan karena pandemi," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X