Mesir Hadapi Gelombang Kedua Covid-19, KBRI Kairo Salurkan 3.000 Paket Bantuan untuk WNI

Kompas.com - 02/12/2020, 17:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kedutaan Besar RI Kairo menyalurkan 3.000 paket bantuan kepada warga negara Indonesia (WNI) di Mesir pada Selasa (1/12/2020).

Paket tersebut diberikan karena pandemi Covid-19 di Mesir telah memasuki gelombang kedua.

“Bantuan logistik kali ini disalurkan saat Mesir diindikasikan telah memasuki second wave pandemi Covid-19 dan bertepatan dengan mulainya musim dingin," ujar Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Kairo M Aji Surya, dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri, Rabu (2/12/2020).

Aji mengatakan, paket bantuan tersebut disalurkan kepada para mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Kairo.

Penyalurannya dilakukan melalui 16 organisasi kekeluargaan musantara yang bekerja sama dengan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.

Penyaluran paket bantuan tersebut telah dilakukan secara bertahap sejak 28 November 2020.

“Diharapkan bantuan ini dapat membantu meringankan para mahasiswa Indonesia yang secara ekonomi masih terdampak pandemi Covid-19," kata dia.

Baca juga: UPDATE 2 Desember: Total 2.076 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Tambah 4 di Ethiopia dan Hong Kong

Adapun paket-paket tersebut berisikan sejumlah bahan pokok seperti beras, tuna kaleng, corned beef, sarden, minyak goreng, mie instan, gula, susu, teh, serta madu yang disiapkan oleh Lulu Hypermarts Egypt untuk menjamin kualitas bantuan logistik.

Diketahui, Kementerian Kesehatan dan Populasi Mesir pada 24 November 2020 menyatakan bahwa Mesir telah mengalami gelombang kedua pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, Pemerintah Mesir akan mulai menerapkan beberapa langkah antisipasi untuk meminimalisasi dampak second wave tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Bersurat ke DPR soal Pemekaran Wilayah, MRP Anggap Kekhususan Papua Dilenyapkan

Jokowi Bersurat ke DPR soal Pemekaran Wilayah, MRP Anggap Kekhususan Papua Dilenyapkan

Nasional
Politikus PDI-P Anggap Tak Tepat Penunjukan Luhut Urusi Polemik Minyak Goreng

Politikus PDI-P Anggap Tak Tepat Penunjukan Luhut Urusi Polemik Minyak Goreng

Nasional
 Jokowi Disebut Beri Sinyal Dukungan ke Ganjar, tapi Sadar Politik Itu Dinamis

Jokowi Disebut Beri Sinyal Dukungan ke Ganjar, tapi Sadar Politik Itu Dinamis

Nasional
PPKM Jawa-Bali dan Daerah Lain Diperpanjang, Masyarakat Boleh Lepas Masker di Area Terbuka dan Tak Padat

PPKM Jawa-Bali dan Daerah Lain Diperpanjang, Masyarakat Boleh Lepas Masker di Area Terbuka dan Tak Padat

Nasional
Komisi I DPR Kembali Bahas RUU PDP, Cari Titik Temu Soal Lembaga Pengawas

Komisi I DPR Kembali Bahas RUU PDP, Cari Titik Temu Soal Lembaga Pengawas

Nasional
KPK Periksa Tersangka Kasus Pengadaan Helikopter AW-101

KPK Periksa Tersangka Kasus Pengadaan Helikopter AW-101

Nasional
Anggota Komisi I: Butuh Investasi Besar untuk Remajakan Alutsista

Anggota Komisi I: Butuh Investasi Besar untuk Remajakan Alutsista

Nasional
Tak Ada Lonjakan Kasus 20 Hari Usai Lebaran, Covid-19 Terkendali?

Tak Ada Lonjakan Kasus 20 Hari Usai Lebaran, Covid-19 Terkendali?

Nasional
Kabareskrim Sebut Kasus 40 Petani Sawit di Bengkulu Selesai lewat 'Restorative Justice'

Kabareskrim Sebut Kasus 40 Petani Sawit di Bengkulu Selesai lewat "Restorative Justice"

Nasional
Singgung 3 Provinsi Baru di Papua, MRP Nilai Istana Lakukan Politik Pecah Belah

Singgung 3 Provinsi Baru di Papua, MRP Nilai Istana Lakukan Politik Pecah Belah

Nasional
Jokowi Disebut Berpotensi Jadi 'King Maker' pada Pilpres 2024 di Luar Megawati

Jokowi Disebut Berpotensi Jadi "King Maker" pada Pilpres 2024 di Luar Megawati

Nasional
DPR Sahkan Revisi UU PPP, Atur Metode 'Omnibus Law'

DPR Sahkan Revisi UU PPP, Atur Metode "Omnibus Law"

Nasional
45 Finalis Puteri Indonesia Datangi KPK untuk Pembekalan Antikorupsi

45 Finalis Puteri Indonesia Datangi KPK untuk Pembekalan Antikorupsi

Nasional
'Exercise' Masa Kampanye 75 Hari, KPU Sebut Pengelolaan Logistik Pemilu Tidak Mudah

"Exercise" Masa Kampanye 75 Hari, KPU Sebut Pengelolaan Logistik Pemilu Tidak Mudah

Nasional
Novel Ungkap Alasan Tak Tangkap Harun Masiku Saat Masih di KPK

Novel Ungkap Alasan Tak Tangkap Harun Masiku Saat Masih di KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.