Satgas: Lonjakan Kasus Baru Covid-19 Harus Jadi Peringatan Bersama

Kompas.com - 27/11/2020, 09:55 WIB
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayJuru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, lonjakan penambahan kasus baru hingga 5.000 pasien dalam sehari harus menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah.

Wiku mengatakan, hal tersebut menjadi penanda bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia masih terjadi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Adapun penambahan kasus positif harian sudah lebih dari 5.000 kasus selama tiga hari berturut-turut.

"Ini harus menjadi alarm (peringatan) bagi kita semua. Kasus positif dapat terus bertambah apabila tidak ada langkah serius dari masyarakat dan pemerintah daerah dalam mencegah penularan," papar Wiku, saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Jelang Pilkada, Satgas Wanti-wanti Jangan Sampai Ada Kerumunan di TPS

Penambahan kasus positif yang sangat tinggi ini menurut Wiku terjadi karena masih adanya penularan di masyarakat.

Karenanya, ia meminta masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Penerapan protokol kesehatan, lanjut Wiku, harus dilakukan dalam setiap aktivitas dan keseharian di tengah-tengah masyarakat. Ia meminta masyarakat dan pemerintah jangan sampai lengah sehingga penularan Covid-19 bisa ditekan.

Wiku juga meminta Satgas Covid-19 di daerah tak ragu untuk menindak masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan sesuai peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu. 

Ia kembali mengingatkan semua pihak terkait dan masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya.

"Ingat, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan dapat melindungi diri kita, dan orang-orang terdekat dari penularan Covid-19," ujar Wiku. 

Baca juga: Epidemiolog: Kasus Covid-19 Bertambah 4.000 Lebih Per Hari, Indonesia Belum Aman dari Pandemi

Indonesia kembali mencatat rekor bertambahnya jumlah pasien Covid-19 dalam sehari, berdasarkan data pada Rabu (25/11/2020). Ada penambahan 5.534 kasus Covid-19 dalam kurun waktu 24 jam.

Angka tersebut merupakan penambahan paling tinggi sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X