Kompas.com - 23/11/2020, 11:09 WIB
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Selandia Baru yang digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/11/2020). Dokumentasi/Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Selandia Baru yang digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta agar upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 terus digenjot.

Ia meminta agar hal-hal yang berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja lebih diperhatikan. Sebab, hal itu dinilai dapat mendorong upaya pemulihan ekonomi.

"Yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi, saya minta agar yang berkaitan dengan lapangan kerja itu menjadi perhatian, berikan perhatian khusus untuk hal-hal yang berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, seperti dipantau melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/11/2020).

Selain lapangan kerja, kata Jokowi, yang paling dibutuhkan saat ini adalah meningkatkan konsumsi rumah tangga. Hal ini dapat didorong melalui sektor UMKM.

"Yang paling dibutuhkan saat ini adalah meningkatkan konsumsi rumah tangga dengan mendorong usaha kecil, usaha mikro, usaha menengah dan besar harus didorong untuk mulai bergerak," ujarnya.

Baca juga: Jokowi Minta Mendagri hingga Kapolri Perhatikan Pilkada, Jangan Sampai Ganggu Penanganan Pandemi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Terkait realisasi anggaran pemerintah, Jokowi menyebut, program bantuan untuk masyarakat di masa pandemi sudah berjalan dengan baik.

Seperti realisasi bantuan subsidi gaji, misalnya, yang sudah mencapai 82 persen. Sementara, bantuan presiden untuk UMKM telah mencapai 79 persen.

"Saya kira ini terus didorong agar bisa membantu meningkatkan daya beli masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi kembali menyampaikan telah terjadi tren positif dalam bidang ekonomi. Sebab, pada kuartal III-2020, ekonomi mencapai minus 3,49 persen.

Sebelumnya, pada kuartal II-2020, ekonomi tumbuh minus 5,32 persen.

Oleh karenanya, ia meminta agar para pemangku kepentingan dapat seimbang dalam mengatur penanganan pandemi di sektor kesehatan dan ekonomi, sehingga ke depan hasilnya semakin baik.

Baca juga: Jokowi: Pencegahan Pelanggaran Protokol Kesehatan Harus Tegas

 

"Saya ingin mengingatkan kembali kepada Komite, Satgas dan seluruh gubernur agar betul-betul bisa mengatur urusan yang berkaitan dengan Covid dan urusan yang berkaitan dengan ekonomi dalam sebuah keseimbangan yang baik," kata Jokowi.

"Karena apa, strategi mengatur keseimbangan rem dan gas ini saya melihat hasilnya mulai kelihatan terutama dalam pengendalian baik Covid maupun ekonomi," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.