Tingkat Hunian Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kembali Meningkat

Kompas.com - 15/11/2020, 18:23 WIB
Foto aerial suasana Wisma Atlet Pademangan di Jakarta, Minggu (27/9/2020). Pemerintah telah menyiapkan tower 8 Wisma Atlet Pademangan sebagai lokasi isolasi mandiri bagi OTG COVID-19 dengan kapasitas 1.548 pasien. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAFoto aerial suasana Wisma Atlet Pademangan di Jakarta, Minggu (27/9/2020). Pemerintah telah menyiapkan tower 8 Wisma Atlet Pademangan sebagai lokasi isolasi mandiri bagi OTG COVID-19 dengan kapasitas 1.548 pasien.


JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Mayjen TNI Tugas Ratmono melaporkan, tingkat hunian pasien Covid-19 di Wisma Atlet kembali meningkat.

Ia menerangkan, saat ini tingkat hunian kamar di Tower 6 dan 7 mencapai 53,8 persen. Kondisi ini, kata dia, terjadi setelah adanya libur panjang akhir Oktober 2020.

Ia mengatakan, sebelum libur panjang, tingkat hunian berada di posisi paling rendah sejak September 2020, yaitu 32 persen.

"Saat itu nilai terendah 32 persen. Saat ini kami melihat peningkatan setelah libur panjang semingguan ini kami lihat ada pertambahan 21 persen," kata Tugas saat live streaming: Perkembangan Penanganan Covid-19 dan Kepatuhan Protokol Kesehatan di Youtube BNPB Indonesia, Minggu (15/11/2020).

Baca juga: UPDATE 11 November: 1.800 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Ia berharap, adanya peningkatan tingkat hunian kali ini tidak sampai seperti kondisi pada September yang sempat mencapai 90 persen.

Sementara itu, untuk tingkat hunian kamar isolasi mandiri pasien Covid-19 di Tower 4 dan 5 juga meningkat, kini mencapai angkat 27 persen dari sebelum liburan hanya 17 persen.

"Kami lihat saat sebelum libur panjang angka terendahnya 17 persen dan saat ini kami lihat meningkat 10 persen. Jadi sekarang 27 persen," ujar dia.

Ia menambahkan, pada September 2020 tingkat hunian hampir mencapai 90 persen, sama seperti di Tower 6 dan 7.

Kondisi saat ini, kata dia, masih belum setinggi tingkat hunian pada September lalu.

Kendati demikian, ia menegaskan agar semua pihak menjaga agar tingkat hunian kamar di Wisma Atlet tidak tinggi, salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Saya harap protokol ini betul-betul dilakukan secara disiplin dengan harapan kami di rumah sakit khususnya di Wisma Atlet betul-betul bisa melakukan atau menangani dengan baik, karena peningkatannya masih belum terlalu tinggi seperti saat September," ujar dia.

Pada 2 November 2020, Tugas sempat mengatakan adanya penurunan tingkat hunian di Wisma Atlet. Berdasarkan data yang dia paparkan kala itu, selama satu bulan terakhir untuk Tower 4-5 menurun, saat itu 23,4 persen. Sedangkan, di Tower 6 dan 7 mencapai 36,3 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, DPR Akan Gelar Fit and Proper Test Calon Tunggal Kapolri

Hari Ini, DPR Akan Gelar Fit and Proper Test Calon Tunggal Kapolri

Nasional
5 Poin Penting Perpres Pencegahan Ekstremisme, dari Pelibatan Influencer hingga Pelatihan Penceramah

5 Poin Penting Perpres Pencegahan Ekstremisme, dari Pelibatan Influencer hingga Pelatihan Penceramah

Nasional
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Susun RUU Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Susun RUU Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak

Nasional
Kemensos Pastikan Beri Kebutuhan Terbaik Bagi Kelompok Rentan Korban Gempa di Sulbar

Kemensos Pastikan Beri Kebutuhan Terbaik Bagi Kelompok Rentan Korban Gempa di Sulbar

Nasional
'Pengakuan' Airlangga sebagai Penyintas Covid-19 dan Kritik atas Sikapnya yang Dinilai Salah

"Pengakuan" Airlangga sebagai Penyintas Covid-19 dan Kritik atas Sikapnya yang Dinilai Salah

Nasional
Kasus Aktif Covid-19 dan Kematian Tinggi: Dalih Pemerintah hingga Peringatan Epidemiolog

Kasus Aktif Covid-19 dan Kematian Tinggi: Dalih Pemerintah hingga Peringatan Epidemiolog

Nasional
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Ditunjuk Jadi Wakil Komisaris Utama Pindad

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Ditunjuk Jadi Wakil Komisaris Utama Pindad

Nasional
Membandingkan Airlangga dengan 4 Menteri Lain Saat Diketahui Positif Covid-19

Membandingkan Airlangga dengan 4 Menteri Lain Saat Diketahui Positif Covid-19

Nasional
Kejagung Periksa 6 Saksi Terkait Kasus di BPJS Ketenagakerjaan, Ada Deputi Direktur dan Mantan Pegawai

Kejagung Periksa 6 Saksi Terkait Kasus di BPJS Ketenagakerjaan, Ada Deputi Direktur dan Mantan Pegawai

Nasional
Satgas: Masifnya Pemeriksaan Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19

Satgas: Masifnya Pemeriksaan Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Bentuk Unit Aduan Khusus Dugaan Tindak Pidana Terorisme

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Bentuk Unit Aduan Khusus Dugaan Tindak Pidana Terorisme

Nasional
PMI Apresiasi Relawannya yang Berjibaku Bantu Korban Bencana di Tengah Pandemi

PMI Apresiasi Relawannya yang Berjibaku Bantu Korban Bencana di Tengah Pandemi

Nasional
Kasus Aktif Covid-19 dan Kematian Tinggi, Epidemiolog: Ini Namanya Pandemi Tak Terkendali

Kasus Aktif Covid-19 dan Kematian Tinggi, Epidemiolog: Ini Namanya Pandemi Tak Terkendali

Nasional
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Kembangkan Daerah Percontohan Pencegahan Ekstremisme

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Kembangkan Daerah Percontohan Pencegahan Ekstremisme

Nasional
Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Diharapkan Tak Memicu Diskriminasi

Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Diharapkan Tak Memicu Diskriminasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X