Kompas.com - 22/10/2020, 19:46 WIB
Pesan semangat pantang menyerah dan membangun optimisme ini disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam acara seremoni wisuda Universitas Terbuka unit Korea Selatan (Korsel) pada Sabtu, 10 Oktober 2020 secara daring. DOK. UTPesan semangat pantang menyerah dan membangun optimisme ini disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam acara seremoni wisuda Universitas Terbuka unit Korea Selatan (Korsel) pada Sabtu, 10 Oktober 2020 secara daring.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, sepanjang tahun 2020, Indonesia telah menampung sementara 396 orang pengungsi Rohingya.

Hal itu ia katakan, dalam rangka penyampaian satu tahun kinerja Kementerian Luar Negeri di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Sepanjang tahun 2020, atas dasar kemanusiaan, Indonesia telah menampung sementara dua rombongan pengungsi Rohingya dengan jumlah total 396 orang," kata Retno melalui telekonferensi, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Menlu: 296 Pengungsi Etnis Rohingya Non-reaktif Covid-19

Retno mengatakan, Indonesia secara konsisten menyerukan bahwa masalah pengungsi Rohingya tidak akan selesai selama belum tercipta susana kondusif di Rakhine.

Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Myanmar terus berusaha menciptakan kondisi kondusif di Rakhine.

"Tanpa kondisi ini, apapun yang akan dilakukan negara lain tidak akan mampu menyelesaikan masalah," ujar dia.

Selain itu, Indonesia konsisten memberikan perhatian bagi penyelesaian permasalahan Rohingya melalui berbagai saluran, baik bilateral, regional melalui ASEAN dan multilateral.

Sebelumnya, berdasarkan catatan Human Rights Watch Group (HRWG), tim penasihat yang dibentuk Aung San Suu Kyi dan Kofi Annan Foundation pernah menghasilkan beberapa rekomendasi.

Rekomendasi itu terkait dengan diskriminasi, hak kewarganegaraan, maupun layanan publik, seperti kesehatan dan pendidikan bagi penduduk minoritas di negara bagian Rakhine.

Baca juga: Tiga Hari Berturut-turut Rohingya Meninggal di Lhokseumawe, Alami Sesak Napas dan Demam Tinggi

Sayangnya, rekomendasi tersebut tidak direspons pihak militer. HRWG memandang, terdapat friksi yang cukup kuat di dalam Pemerintah Myanmar yang menyebabkan konflik dan kekerasan terus berlanjut.

Kekerasan terhadap warga Rohingya oleh militer Myanmar menimbulkan kecaman dari berbagai negara, khususnya negara-negara di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X