Soal Polemik RUU Cipta Kerja, Wapres Minta PBNU Dinginkan Suasana

Kompas.com - 16/10/2020, 07:53 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan di ulnag tahun DPD RI ke-16, Kamis (1/10/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan di ulnag tahun DPD RI ke-16, Kamis (1/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta PBNU turut mendinginkan suasana dengan munculnya protes masyarakat terkait rancangan undang-undang Cipta Kerja.

Hal tersebut disampaikan Wapres Ma'ruf Amin ketika bertemu dengan PBNU, Kamis (15/10/2020) malam.

"NU diminta untuk menampung berbagai aspirasi dan diharapkan bisa mendinginkan suasana," ujar Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi kepada wartawan.

Ia mengatakan, Rais Am PBNU bersama ketua umumnya sangat setuju dengan suasana yang dingin tersebut.

Baca juga: Ketum PBNU Temui Wapres, Sampaikan Kritik soal UU Cipta Kerja

Mereka menilai, aksi demo hanya akan menimbulkan kemudharatan yang lebih besar.

"Wapres dan Ketua Umum PBNU juga sudah sepakat bahwa aksi demo besar-besaran tak dilakukan karena tidak ada gunanya," kata dia.

Namun, terkait RUU Cipta Kerja itu sendiri, pihak PBNU menilai banyak problem dalam substansinya.

Masduki mengatakan, Wapres Ma'ruf Amin pun menyampaikan dua solusi apabila RUU Cipta Kerja tetap disahkan.

Baca juga: Sambangi Ketua Umum PBNU Jelaskan UU Cipta Kerja, Menaker: Saya Kira Beliau Mengerti...

Pertama, akan diturunkan kembali lewat peraturan berupa peraturan pemerintah (PP) ataupun peraturan lainnya.

Kedua, bagi yang tak setuju mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK), termasuk dari PBNU.

"Kita (usul agar) mengajukan soal problem ini melalui jalur konstitusional, karena banyak PBNU yang tidak setuju dengan substansi UU Cipta kerja," kata dia.

Selain diminta mendinginkan suasana, dalam pertemuan PBNU juga memberikan masukan tertulis kepada Wapres Ma'ruf Amin terkait RUU Cipta Kerja tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X